PENGARUH LETAK WADAH BUDIDAYA KURUNG DASAR DAN KURUNG LEPAS DASAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata)

Manggala Bintang Idatra, Sri Rejeki, Restiana Wisnu Aryati

Abstract


ABSTRAK

 

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan bernilai ekonomis penting. Upaya produksi budidaya kepiting bakau sudah cukup lama dilakukan dan dikembangkan, tetapi masih terdapat beberapa permasalahan, salah satu permasalahan yang ada yaitu pada aspek penerapan metode pada wadah budidaya. Umumnya terdapat dua jenis sistem peletakkan wadah budidaya kepiting bakau (S. serrata) yaitu letak wadah budidaya pen culture (kurung dasar) dan karamba apung (kurung lepas dasar), namun dari kedua jenis sistem peletakkan wadah tersebut belum diketahui yang sifatnya memberikan optimalisasi dan stabilitas dalam aspek pertumbuhan dan sintasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh letak wadah budidaya kurung dasar dan kurung lepas dasar terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau (S. serrata), serta mengetahui letak wadah budidaya yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan kepiting bakau (S. serrata). Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan (perlakuan A= letak wadah budidaya kurung dasar, dan B= letak wadah budidaya kurung lepas dasar) dengan 6 pengulangan. Hewan uji yang digunakan adalah kepiting bakau (S. serrata) dengan bobot awal pemeliharaan  ±80 g/ekor dengan padat penebaran 4 ekor/m2. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari (1 bulan) yaitu pada 18 Juni sampai 18 Juli 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan letak wadah budidaya kurung lepas dasar (perlakuan B) berpengaruh nyata (p-value<0,05) terhadap bobot mutlak (rerata±SD = 30,64±2,53 g) dan pertumbuhan relatif (rerata±SD = 1,28±0,19 g), namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan kepiting bakau (S. serrata). Kualitas air pada media pemeliharaan terdapat pada kisaran yang layak untuk pemeliharaan hewan uji.

 

Kata kunci: Kepiting Bakau (Scylla serrata), Wadah Budidaya, Pertumbuhan, kelulushidupan.

ABSTRACT

 Mud crab (Scylla serrata) is high-valuable fishery commodity and preferable-food in the community. The production of mud crab is long enough to do and be developed, but there are still some problems, wich is the aspects of the application of cultivation methods. It is commonly known that mud crab culture impelements 2 kind of cage location settings, they are pen culture (bottom) and floating cage (off bottom), but there is lack of information for the suitable one.The purpose of this research is to know the influence of bottom cage and off bottom cage on growth and survival rate of mangrove crab (S. serrata), and to know the best one of cultivation cage location to increase growth and survival rate of mud crab (S. serrata). This research applied 2 treatments (Treatment A was bottom cage and Treatment B was off bottom cage) with 6 replications. The initial weight average and culture density of mud crab was 80 g/ind and 4 ind/m2. The study was conducted for 30 days (1 month) it is on 18 June to 18 July 2017. The result showed that Treatment B (off bottom cage) was significantly different (P<0,05) towards its absolute weight growth value (30,64±2,53 g) and relative growth rate (1,28±0,19 g/day) and yet it was not significantly different (P>0,05) with its survival rate value. The water quality of the mud crab culture was in recommended average value.

  Keywords: Mud crab (Scylla serrata), Cage, Growth, Survival Rate.



DOI: http://dx.doi.org/10.31941/penaakuatika.v17i2.653

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

  
 

Universitas Pekalongan

Jl. Sriwijaya No. 3 Kota Pekalongan 
Jawa Tengah. Indonesia, 51111
Telp. (0285) 421 096, 421464, 426800