DETERMINAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN MEDAN TEMBUNG

Dian Maya Sari, Sori Muda Sarumpaet, Hiswani Hiswani

Abstract


Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a contagious disease without special antivirus to stamp out the virus causing it. DHF is spread by dengue virus through the bites of Aedes aegypti and Aedes albopictus. According to WHO (2010), DHF is endemic in Southeast Asia and Indonesia was noted as a country with the highest case of DHF from 1968 to 2010. Medan is an area with the adequately high DHF case annualy and in 2011 it had 2,384 cases. In 2011 and 2012, the case of DHF in Medan Tembung Subdistrict was 152 and 60 respectively.

The purpose of this analytical observational study with case control design was to analyze the determinants influencing the incidence of DHF in Medan Tembung Subdistrict. The sample were 86 persons for case group and 86 persons for control group. The data were obtained through observation and questionnaire-based interview. The data were analyzed through univariate analysis, bivariate analysis with Chi-Square test, and multivariate analysis with Multiple Logistic Regression test.

The result of bivariate analysis showed that the variables playing a role as the determinants of DHF were the presence of mosquito larvae, house layout, non Garbage Dump Site, vegetation, cleaning Garbage Dump Site, hanging clothes, sleeping habits, and using repellent. The result of multivariate analysis showed that the most influencing variable was non Garbage Dump Site.

The community members are suggested to reuse, reduse, and recycle their used goods. Puskesmas improve the DHF mosquito breeding place eradication program through extension, 3M Plus, and Clean Friday activities.

Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Determinant


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang belum ada antivirus khusus untuk membasmi virus penyebabnya. DBD disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejalanya berupa demam, perdarahan, dan syok. Menurut WHO (2010), DBD endemik di Asia Tenggara. Sejak 1968-2010, WHO mencatat Indonesia dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Kota Medan merupakan wilayah dengan kejadian DBD yang cukup tinggi setiap tahun dan tahun 2011 mencapai 2.384 kasus (IR=113/100.000 penduduk). Tahun 2011 dan 2012, kasus DBD di Kecamatan Medan Tembung masing-masing sebanyak 152 dan 60 kasus.

Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan yang memengaruhi kejadian DBD di Kecamatan Medan Tembung. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan desain case control. Sampel penelitian sebanyak 86 orang kasus dan 86 orang kontrol. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi yang berpedoman pada kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat mengggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji Regresi Logistik Berganda.

Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang merupakan determinan kejadian DBD adalah keberadaan jentik, tata rumah, non TPA, tanaman hias/tumbuhan, membersihkan TPA, menggantung pakaian, kebiasaan tidur, dan menggunakan anti nyamuk/repellent. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD adalah non TPA.

Disarankan kepada masyarakat agar mau dan mampu melakukan reuse, reduse, dan recycle terhadap barang-barang bekas; Puskesmas Sering dan Mandala tetap mempertahankan bahkan meningkatkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD melalui kegiatan penyuluhan, 3M Plus, dan Jumat Bersih.

Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Determinan




Full Text:

PDF

References


Andini, P., 2011. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang Kota Semarang, Semarang : Jurnal Universitas Diponegoro.

Depkes RI, 2004. Tatalaksana Demam Berdarah Dengue (DBD), Jakarta.

, 2007. Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia, Jakarta.

Dinkes Sumut, 2009. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2008, Medan.

Dinkes Medan, 2012. Laporan Evaluasi Program Demam Berdarah di Kota Medan tahun 2011, Medan.

Ditjen PPM&PL, 2001. Pedoman Ekologi dan Aspek Perilaku Vektor, Jakarta.

Duma, N., 2007. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kecamatan Baruga Kota Kendari 2007, Jurnal Kedokteran Volume 4, Nomor 2, September 2007.

Haryanto, B., 1999. Berbagai Aspek Demam Berdarah Dengue dan Penanggulangannya, Jakarta : Pusat Penelitian Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Kasad, 2010. Pengaruh Karakteristik Juru Pemantau Jentik dan Kesehatan Lingkungan terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Langsa, Medan : Tesis, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Kemenkes RI, 2010. Demam Berdarah Dengue di Indonesia Tahun 1968-2009, Jakarta : Buletin Jendela Epidemiologi, Volume 2, Agustus, 2010.

, 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011, Jakarta.

Nadesul, H., 2004. 100 Pertanyaan + Jawaban Demam Berdarah, Jakarta : Puspa Swara.

Purba, D., 2012. Pengaruh Faktor Lingkungan Fisik dan Kebiasaan Keluarga terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai, Medan : Tesis, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Rasyad, S., 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) serta Jenis Infeksi Virus di Kota Balikpapan, Semarang : Tesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

Roose, A., 2008. Hubungan Sosiodemografi dan Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru Tahun 2008, Medan : Tesis, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Sitorus, I. M.; Wahyuni, A. S., 2005. Strategi Pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) melelui Pendekatan Faktor Risiko di Kota Medan Tahun 2005, Medan : Info Kesehatan Masyarakat, Volume X, Nomor 1, Juni 2006.

Soegijanto, S., 2006. Demam Berdarah Dengue, Cetakan I, Edisi Ke-2, Surabaya : Airlangga University Press.

Sukowati, S., 2010. Masalah Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengendaliannya di Indonesia, Jakarta : Buletin Jendela Epidemiologi, Volume 2, Agustus, 2010.

Sutaryo, 2005. Dengue, Yogyakarta : Medika Fakultas Kedokteran Uniersitas Gajah Mada.

Wahyono, T. Y. M.; Haryanto, B.; Mulyono, S.; Andiwibowo, A., 2010. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah dan Upaya Penanggulangannya di Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Jakarta : Buletin Jendela Epidemiologi, Volume 2, Agustus, 2010.

WHO, 2004. Pencegahan dan Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah Dengue, Cetakan I, Jakarta : EGC Penerbit Buku Kedokteran.

, 2011. Situation Update of Dengue in The SEA Region, 2010, diakses pada tanggal 2 November 2012; http://www.searo.who.int/LinkFiles/Dengue_update_SEA_2010.pdf.

Widiyanto, T., 2007. Kajian Manajemen Lingkungan terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Purwokerto Jawa Tengah, Semarang : Tesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Indexed by:

width="60" width="60" width="60" width="60"
 

Universitas Pekalongan

Jl. Sriwijaya No. 3 Kota Pekalongan 
Jawa Tengah. Indonesia, 51111
Telp. (0285) 421 096, 421464, 426800