Teknik Mengkonstruksi Distribusi Bivariat Copula Clayton pada Data Marginal Diskrit dengan Implikasi Kebergantungan
DOI:
https://doi.org/10.31941/delta.v8i2.1075Keywords:
Marginal diskrit, kebergantungan, Copula Clayton, jittersAbstract
Data memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika memiliki dua jenis data, maka hal menarik yang diketahui dalah peluang kedua jenis data tersebut dapat terjadi secara serentak/bersamaan. Hal ini berarti bahwa perlu dikonstruksi distribusi bivariatnya, baik fungsi peluang maupun fungsi distribusi (fungsi peluang kumulatif). Dalam mengkonstruksi distribusi bivariat, diperlukan distribusi marginal dari masing-masing data serta perlu diketahui sifat kebergantungannya. Adanya informasi mengenai kebergantungan pada data akan mempengaruhi teknik yang digunakan dalam mengkonstruksi distribusi bivariatnya. Jika data memiliki kebergantungan, maka mengkonstruksi distribusi bivariatnya dapat menggunakan Copula. Copula merupakan salah satu alat popular yang digunakan untuk mengkonstruksi distribusi bivariat maupun multivariat dengan implikasi kebergantungan. Namun, ketika data berasal dari distribusi marginal diskrit maka mengkonstruksi distribusi bivariat Copula secara langsung akan menghasilkan Copula C yang tidak unik sesuai dengan teorema Sklar. Akibatnya, akan menghasilkan interprestasi yang tidak jelas, terutama pada sifat kebergantungannya. Oleh sebab itu, perlu adanya teknik tertentu dalam mengkonstruksi distribusi bivariat Copula pada data marginal diskrit. Idenya, dengan mengkontinukan distribusi marginalnya melalui transformasi jitters. Hasil transformasi jitters inilah yang kemudian digunakan untuk mengkonstruksi distribusi bivariat Copula. Distribusi bivariat Copula pada data jitters sama dengan distribusi bivariat pada data aslinya karena data jitters mampu mempresentasikan data aslinya. Adapun Copula yang digunakan adalah Copula Clayton. Semua proses mengkonstruksi distribusi bivariat Copula Clayton pada data marginal diskrit dengan implikasi kebergantungan akan diilustrasikan melalui data simulasi.References
Denuit, M., & Lambert, P. (2005). Constraints on Concordance Measures in Bivariate Discrete Data. Journal of Multivariate Analysis, 93, 40-57.
Genest, C., & Neślehová, J. (2007). A primer on Copulas for Count Data. ASTIN Bulletin, 37(2), 475-515.
Madsen, L., & Fang, Y. (2010). Joint Regression Analysis for Discrete Longitudinal Data. Biometrics, 67(3), 1175-1176.
Nelsen, R. B. (2006). An Introduction to Copulas, 2nd Edition. New York: Springer.
Rice, J. A. (1995). Mathematical Statistic and Data Analysis. Duxbury Press.
Sekaran, Uma. (2006). Metode Penelitian Bisnis.Jakarta: Salemba Empat.
Setiawan, Wawan., & Munir. (2006). Pengantar Teknologi Informasi: Sistem Informasi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Shi, P., & Valdez, E. A. (2012). Longitudinal Modeling of Insurance Claim Counts Using Jitters. Scandinavian Actuarial Journal.
Song, P. X. K. (2007). Correlated Data Analysis. New York: Springer.
Vercellis, C. (2009). Business Intelligence: Data Mining and Optimization for Decision Making. United Kingdom: John Wiley & Sons Ltd.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















