AKTIVITAS FISIK BAGI PEKERJA BATIK DI KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAH

Penulis

  • Ade Irma Nahdliyyah Prodi D3 Fisioterapi - Universitas Pekalongan
  • Ristiawati Ristiawati Prodi D3 Fisioterapi - Universitas Pekalongan
  • Eko Budi Prasetyo Prodi D3 Fisioterapi - Universitas Pekalongan
  • Agung Hermawan Prodi D3 Fisioterapi - Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/abdms.v3i2.2251

Abstrak

Industri batik merupakan tiang perekonomian di Kabupaten Pekalongan salah satunya di wilayah Wonokerto. Aktivitas dari proses pembatikan memberikan dampak positif yaitu peningkatan perekonomian masyarakat baik melalui manufaktur maupun home industry batik dan tekstil. Selain itu juga membawa konsekuensi terhadap gangguan kesehatan para pekerjanya. Muskuloskeletal Disorders (MSDs) salah satu gangguan kesehatan yang sering di keluhkan oleh para pekerja batik. Proses pembuatan batik yang masih tradisional, manual serta kegiatan yang menetap secara terus menerus membuat otot-otot menjadi spasme dan menimbulkan nyeri pada beberapa bagian tubuh.  Selain itu uap lilin dan uap hasil pewarnaan akan mencemari udara dan menjadi polutan di lingkungan tempat kerja. Udara yang tercemar oleh polutan hasil dari kegiatan membatik akan berisiko terhadap gangguan kapasitas paru-paru. Identifikasi gangguan muskuloskeletal didapat dari pemeriksaan nordic body map indeks, nilai scoring nordic bady map indeks pada pekerja di dapatkan 30 – 73 dengan rerata 51,40 yang artinya mungkin diperlukan tindakan di kemudian hari(Wijaya K, 2019). Dengan keluhan para pekerja nyeri pada beberapa bagian tubuh yang mana di karenakan dari proses bekerja.

Permasalahan ini terjadi karena kurangnya pemahaman para pekerja batik tentang dampak paparan uap malam, gangguan kesehatan terkait postur tubuh yang tidak ergonomis dan kurangnya aktivitas fisik pendukung pekerjaan.

Tim PkM Universitas Pekalongan menawarkan solusi berupa kegiatan untuk menanggulangi permasalahan tersebut dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan aktivitas fisik. Adapun aktivitas fisik yang akan berikan adalah metode Progressive Muscle Relaxation (PMR) yang merupakan suatu gerakan mengencangkan dan melemaskan otot pada suatu bagian tubuh untuk mengurangi dan mengendalikan dampak kesehatan yang dialami para pekerja batik tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya untuk mengoptimalkan produktivitas pekerja serta perlindungan kesehatan pekerja batik melalui keilmuan Fisioterapi dan Kesehatan Masyarakat.

Kata kunci : MSDs, paparan uap malam, Progressive muscle reaxation.

Referensi

Amin M. Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Laboratorium SMF Penyakit Paru. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. RSUD DR. Soetomo. 2000.

Departemen Tenaga Kerja RI. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No.1. Tahun 1997 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di Lingkungan Kerja. Jakarta Depnaker.

Djufri, R. T eknologi Pengelantangan, Pencelupan, dan Pencapan. Institut Teknologi Tekstil. Bandung. 2006.

Faidawati, R. Penyakit Paru Obstruktif Kronik dan Asma Akibat Kerja. Journal of the Indonesia Association of Pulmonologist. Jakarta. 2003 : 7 – 11.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 609 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja.

Mc Guigan, F. J., & Lehrer, M. P. (2007). Progressive relaxation: Origin, principles, and clinical application.

Mutaqin, A. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta. Salemba Medika. 2008. (1-24).

Widadi, Z. Kajian Dampak Pengukuhan UNESCO terhadap Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya tak Benda. Jakarta. Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian RI. 2010 (1-10)

Widyawati palupi dan yulianti devi (2004). Manajemen stres National Safety Council, Jakarta: EGC56T.

Wijaya Kurnia, Identifikasi Risiko Ergonomi dengan Metode Nordic Body Map terhadap Pekerja Konveksi Sablon Baju. Surakarta. Seminar dan Konferensi Nasional IDEC. 2019

WHO. Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja. Alih bahasa Joko Suyono. EGC. Jakarta. 1995 : 64 – 69.

Unduhan

Diterbitkan

2022-08-25

Terbitan

Bagian

Artikel