UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEEFEKTIFAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA MELALUI EDUKASI ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KB DI PMB MIRA HARYATI BANGSALAN TERAS BOYOLALI
DOI:
https://doi.org/10.31941/abdms.v4i1.2452Abstrak
Strategi untuk memperoleh perubahan perilaku bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu menggunakan kekuatan atau kekuasaan atau dorongan, pemberian informasi dan diskusi partisipatif. Dengan ABPK ber-KB, konseling dapat berjalan secara informatif dan bersifat diskusi partisipatif karena ABPK ber-KB merupakan panduan standar pelayanan konseling KB yang tidak hanya berisi informasi mutakhir seputar kontrasepsi atau KB namun juga berisi standar proses dan langkah konseling KB yang berlandaskan pada hak klien KB dan Inform Choice. ABPK juga mempunyai fungsi ganda, antara lain membantu pengambilan keputusan metode KB, membantu pemecahan masalah dalam penggunaan KB, alat bantu kerja bagi provider (tenaga kesehatan), menyediakan referensi atau info teknis, dan alat bantu visual untuk pelatihan provider (tenaga kesehatan) yang baru bertugas. PMB Mira Haryanti Bangsalan Teras Boyolali tersebut dapat melakukan peningkatan Pengetahuan dan keefektifan Program KB melalui Edukasi Pengambilan Keputusan dalam KB dengan alat Bantu AKBK Tentang Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil pengabdian masyarakat adalah Ibu Postpartum yang berada di PMB Mira Haryanti ada peningkatan keefektifan dalam pengambilan keputusan melalui alat bantu pengambilan keputusan sebesar 4,2. Yang awalnya 4,7 mengalami peningkatan menjadi 8,9 dan mampu mengambil keputusan untuk KB mana yang sesuai dengan keadaannya. Berdasarkan pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan perilaku ibu postpartum dalam pengambilan keputusan dalam ber KB.
Kata kunci: Postpartum, AKBK, Kontrasepsi
Referensi
Ambarwati RE. 2010. Asuhan kebidanan nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia.
Anggraini Y. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Andalas, P (2010). Panduan Memilih Kontrasepsi. Yogyakarta : Nuhu Medika
Aprilianti, C., & Herlinadiyaningsih. (2018 ). Konseling Dengan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Menggunakan KB Terhadap Pilihan Kontrasepsi Post Partum. Buletin Media Informasi Kesehatan Vol. 14 Nomor 2.
BKKBN. (2016).KB dan Kontrasepsi. Http: BKKBN.Go.Id/Diftar/Program Detail Php?Prgid-8.2017
BKKBN. (2018). Alat Bantu Pengambilan Keputusan ber-KB. Jakarta: STAR H .
Denney, A. S., & Tewksburry, R. (2013). How to write a iterature reviewe. Journal
of criminal justice education, 218-234.
Depkes R.I. (2016). Profil Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Ha Gobel, F. (2019). Pengaruh Pemberian Konseling Dengan Alat Bantu Pengambilan Keputusan Terhadap Pemilihat Alat Kontrasepsi Pada Ibu Pasca Salin Di Rstn Boalemo. Retrieved Oktober 30, 2019, from AKADEMIKA JURNAL ILMIAH ndayani, Sri. 2016. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Edisi Kedua. Pustaka Rihama. Yogyakarta.
Herlyssa, Mulyati, S., & Dairi, M. (2014). Penggunaan WHO Wheel Criteria dan
Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Dalam Pemilihan KontrasepsiPasca Persalinan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, Vol. 2, Nomor 1, 9 -18.
Hikmah, & Farida, S. I. (2019). Pengaruh Konseling Menggunkaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) terhadap pemilihan alat kontrasepsi implant.Jurnal JKFT: Universitas Muhamadiyah Tangerang Vol 4 No 1 , 7-13.
Kartika, Silviana dkk. 2010. Hubungan Konseling Keluarga Berencana ( KB) Dengan Pengambilan Keputusan Pasangan Usia Subur (PUS) Dalam Pengambilan Alat KOntrasepsi. Diunduh pada tanggal 10
Maritalia, Dewi. 2017. Asuhan Kebidanan Nifas Dan Menyusui. Edisi Kedua.
Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Mulyani, Nina Siti, Dan Rinawati, Mega. 2013. Keluarga Berencana Dan Alat Kontrasepsi. Edisi Pertama. Nuha Medika. Yogyakarta
Nilta, Sandri. 2015. Hubungan Pemberian Konseling Pada Akseptor Kb Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi. 2017.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Purwoastuti, Dan Walyani. 2015. Komunikasi Dan Konseling Kebidanan. Edisi Pertama. Pustaka baru press. Yogyakarta.
Notoatmojo, S. Kesehatan Masyarakat:Ilmu dan seni, Rineka Cipta, Jakarta, 2007
Sarwono Prawiroharjo, Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta, 2010
SDKI (2012). Sensus Penduduk Indonesia. Http://SDKI.Go.Id/Diftor/Program Detail.2017.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung, 2011
Sugiono, 2012. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung, 2017. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung
Sujiayatini, Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini, Mitra Cendekia Press, Yogyakarta, 2010
Tyastuti Siti, Komunikasi dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan, Vitramaya, Yogyakarta, 2009
Widayati, R. S., Widagdo, L., & Purnami, C. T. (2014). Analisis Pelaksanaan Konseling Kontrasepsi Oleh Bidan Di Wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Gaster Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 , 78-87.
Yusraini. (2012). Pengaruh Pemberian Konseling oleh Petugas Kesehatan terhadap
Pengetahuan Ibu tentang Pemilihan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Lama Kabupaten Langka. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.














