MULTIVITAMIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK TERSEDAK DI DESA KARANGANYAR BATANG

Penulis

  • Mahfur Mahfur Universitas Pekalongan
  • Anik Indriyono Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/abdms.v4i1.2816

Abstrak

Karanganyar adalah salah satu desa di Kabupaten Batang dengan luas wilayah yang tidak terlalu  luas akan tetapi jumah balita yang dimiliki tergolong tinggi. Pemerintah desa sangat aktif dalam melaksanakan program program yang berkaitan dengan tingkat kesehatan kepada masyarakat. Kegagalan pertumbuhan dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam seribu hari pertama kehidupan. Kondisi kegagalan pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari anak tampak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Kondisi demikian dinamakan stunting. Stunting dialami pada tiga dari sepuluh anak balita. Tersedak merupakan kondisi gawat darurat yang harus cepat di tangani, bila terlalu lama akan mengakibatkan kekurangan oksigen dan mengakibatkan kematian karena kondisi tersumbatnya saluran pernafasan oleh benda asing yang berupa makanan, mainan, dan lain-lain (Putra, 2015). Tujuan dan target spesifik kegiatan ini adalah untuk menambah pehaman masyarakat desa karanganyar tentang penggunaan multivitamin sebagai upaya untuk penanggulangan stunting dan pertolongan pertama pada anak tersedak. Masyarakat lebih mengetahui berdasarkan pretest dan postest dengan hasil yang signifikan. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat penambahan pengetahuan dari para peserta pengabdian kepada masyarakat berkaitan dengan multivitamin, stunting, dan pertolongan pertama kasus tersedak, yang ditunjukan dari peningkatan nilai pos-test dan pre-test

Kata Kunci : desa Karanganyar, multivitamin, tersedak, stunting

Referensi

Abidin, Z., B. A. Pramono, R. D Cahyanti. 2010. The Characteristic Of Pregnant Women Who Had Abortion In Rsup Dr. Kariadi Semarang. Atikel Karya Tulis Ilmiah. 13 Desember

Akbar, dkk. 2018. Pemharuh Penyuluhan Kesehatan Terahadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Tentang Penyakit HIV/AIDS di SMP Baznas Provinsi Sulawesi Selatan.

American Academy of Pediatrics. 2010. Death of a child in the emergency department. Patricia O’Malley, MD, Isabel Barata,MD, Sally Snow,RN.American Academy of Pediatrics, 313-330

American Academy of Pediatrics. 2010. Prevention Of Choking Among. American Academy of Pediatrics, 601-607.

American Academy of Pediatrics. 2007. Committee on injury and poison prevention. Injuryprevention and control for children and youth.Widome MD, ed. 3rd ed. Elk Grove Village ,IL:American Academy of Pediatrics, 678-684.

Arora. 2011. Pertolongan pertama. Jakarta: EGC.

Akbar, dkk. 2018. Pemharuh Penyuluhan Kesehatan Terahadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Tentang Penyakit HIV/AIDS di SMP Baznas Provinsi Sulawesi Selatan. Juli .JIN:3(1).

Depkes RI, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1993. Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik. Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam Phytomedica. hal: 195-196.

Depdiknas. 2007. Pedoman pengembangan fisik motorik di taman kaudience kaudience. Jakarta.

Depkes RI. 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No HK.03.01/160/I/2010 tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2010.

Dila Adila. 2014. Pengaruh Penyuluhan Teknik Pijat Bayi Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pijat Bayi Padaibu Di Puskesmas Tegal Rejo Yogyakarta, Stikes Aisyiyah Yogyakarta.

Edwina. 2010. Pertolongan pertama dan bedah klinis. Jakarta: Refika Aditama

Haenilah, Een Y. 2015. Kurikulum dan Pembelajaran PAUD. Media Akademia: Yogyakarta

WHO, World Health Organization. 2012. Raised Fasting Blood Glucose. [terhubung berkala]. http://www. who.int/gho/nroocd/risk_factors/blood_glucose_prevalence_text/en/index. html. (19 Oktober 2018).

Unduhan

Diterbitkan

2023-02-06

Terbitan

Bagian

Artikel