Edukasi Penanganan Fisioterapi pada Kondisi Sprain Ankle di Sma 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan
Abstrak
Sprain ankle merupakan salah satu jenis cedera muskuloskeletal yang cukup sering terjadi, terutama pada individu yang memiliki aktivitas fisik tinggi, seperti siswa yang aktif dalam kegiatan olahraga. Cedera ini terjadi karena adanya peregangan atau robekan pada ligamen di pergelangan kaki, yang dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan, keterbatasan gerak, serta gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Minimnya pengetahuan mengenai penanganan pertama yang benar dapat menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lama dan meningkatkan risiko terjadinya cedera berulang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMA Negeri 1 Kedungwuni dalam menangani cedera sprain ankle sejak tahap awal dengan menggunakan metode TOTAPS, PRICE, dan HARM. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam mengenali dan menangani cedera sprain ankle. Metode TOTAPS digunakan untuk pemeriksaan awal, metode PRICE untuk penanganan pada fase akut, dan metode HARM sebagai panduan untuk menghindari tindakan yang dapat memperburuk cedera. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada cedera sprain ankle. Diharapkan pengetahuan ini dapat membantu mengurangi tingkat keparahan cedera serta mempercepat proses pemulihan.
Referensi
Candra, O., Gazali, N., & Prasetyo, T. (2021). Penerapan teknik PRICE terhadap penanganan cedera olahraga. Community Education Engagement Journal, 2(2), 44–51.
Doherty, C., Bleakley, C., Hertel, J., & Caulfield, B. (2022). Recovery from a first-time lateral ankle sprain and the predictors of chronic ankle instability. The American Journal of Sports Medicine, 50(2), 450–459.
Dubois, B., & Esculier, J. F. (2020). Soft-tissue injuries simply need PEACE and LOVE. British Journal of Sports Medicine, 54(2), 72–73.
Gribble, P. A., Bleakley, C. M., Caulfield, B. M., Docherty, C. L., Fourchet, F., Fong, D. T. P., Hertel, J., Hiller, C. E., Kaminski, T. W., McKeon, P. O., Refshauge, K. M., Verhagen, E. A., Vicenzino, B. T., Wikstrom, E. A., & Delahunt, E. (2021). Evidence review for the 2016 International Ankle Consortium consensus statement on the diagnosis, treatment, and prevention of ankle sprains. Journal of Athletic Training, 51(1), 45–56.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Rahman, F., Roneta, C. H., Yanitamara, D. L., Maulidan, M. R., Syafatillah, S. S., Nimas, D., Anggraeni, A., & Pristianto, A. (2023). Program edukasi penanganan on-site finger injury pada atlet basket. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, 3(1), 12–19.
Wibowo, A. P., Herawati, I., & Widodo, W. S. (2025). Intervensi fisioterapi pada kasus sprain ankle: A case report. Jurnal Fisioterapi Indonesia, 5(1), 20–28.
Yuliana, Y. (2019). Penerapan metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation) pada cedera sprain ankle. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 7(2), 45–52.
Yuliawan, E., & Indrayana, B. (2020). Sosialisasi pemahaman penanganan dan pencegahan sport injury pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Kota Jambi. Jurnal Cendekia Pengabdian Masyarakat, 9(1), 56–63.














