Edukasi Swamedikasi Penggunaan Antibiotik, Dagusibu Obat Dan Peran Social Support Dalam Pengobatan Pada PKK RT 03 RW 04 Perumahan Graha Tirto Asri Kelurahan Tanjung Kecamatan Tirto Kab Pekalongan
Abstrak
Penggunaan obat secara benar sangat penting untuk membantu penyembuhan serta mencegah dari suatu penyakit tertentu. Tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia dalam menggunakan antibiotik masih kurang, sehingga dapat berdampak terjadinya resistensi. Salah satu cara untuk mengatasi hal-hal tersebut adalah dengan adanya sosialisasi Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU). Pasien yang menerima kenyamanan, kepedulian dan bantuan yang mereka butuhkan dari individu atau kelompok menunjukkan tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang kurang menerima dukungan sosial. PKK RT 04 RW 03 Perumahan Griya Tirto Asri menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan pengabdian ini yaitu melalui edukasi penggunaan antibiotik yang tepat dalam pengobatan, pengenalan DAGUSIBU, dan social support dalam pengobatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 dan dihadiri oleh 18 orang peserta dengan menerapkan protokol kesehatan. Hasil yang didapat, peserta menjadi lebih paham bahwa penggunaan obat dengan tepat akan meminimalkan terjadinya resistensi dan akan meningkatkan kesembuhan pasien. Peserta antusias dan aktif bertanya pada tiap sesi edukasi. Pemahaman peserta kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat baik itu tentang penggunaan antibiotik pada pengobatan sendiri (swamedikasi), DAGUSIBU obat dan social support pada pengobatan meningkat setelah pemberian edukasi.
Kata Kunci: DAGUSIBU, Swamedikasi Antibiotik, Social support
Referensi
Adhikary, M., Tiwari, P., Singh, S., & Karoo, C., 2014. Study of selfmedication practices and its determinant among college students of Delhi University North Campus, New Delhi, India. International Journal of Medical Science and Public Health, 3(4), 406-409
Afif, A., 2015. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Ketepatan Penggunaan Obat Analgetik pada Swamedikasi Nyeri di Masyarakat kabpaten Demak. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta
BPOM RI, 2015. Pedoman Umum IONI. Pusat Informasi Obat Balai Pengwasan Obat dan Makanan.
Dewi, A.P., Wardaniati, I., Pratiwi, D., Valzon, M., 2019. Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas enggunakan Obat di Desa Kumain Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, Vol.3 No.1
Dewi, K., Diantina, FP. 2017. Studi Korelasi Social Support dengan Adherence to Treatment pada Pasien Prolanis Penderita Diabetes Melitus. Prosiding Psikologi Gelombang 2, hlm. 851-856
Di Matteo, Robin M. 2004. Social Support and Patient Adherence to Medical Teatment A Meta-Analysis. Riverside from University of California, USA
Hantoro, D.T., Pristianty, L., Athiyah, U., Yuda, A., 2014. Pengaruh Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti Inflamasi Nonsterpoid (AINS) Oral pada Etnis Arab di Surabaya. Jurnal farmasi Komunitas, Vol. 2, No. 2, 45-48
Hofmeister, E.H., Muilenburg, J.L., Kogan, L., Elrod, S.M., 2010. Over-the-counter stimulant, depressant, and nootropic use by veterinary students. J Vet Med Educ, 37(4),403-416
James H, Handu SS, Al Khaja KA, Otoom S, Sequeira RP., 2006. Evaluation of the knowledge, attitude and practice of self-medication among first-year medical students. Med Princ Pract, 15(4), 270-275
Kemkes RI, 2016. Cerdas Menggunakan Obat. Diakses dari https://farmalkes.kemkes.go.id/2016/09/cerdas-menggunakan-obat/ pada tanggal 21 Januari 2022
Karlida, I., Musfiroh, I., 2017. Review: suhu penyimpanan bahan baku dan produk farmasi di gudang industri farmasi. Farmaka, (4), 15, 58-67.
Lestari, N., 2013. Pengaruh kondisi penyimpanan obat terhadap kualitas tablet vitamin C di Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota, Skripsi. Universitas Tanjungpura, Pontianak Sarafino, E.P. 1994. Health Psychology Biopsychosocial Interaction. John Willey & Sons, Inc. New York
Nining, Y., 2019, Edukasi dan Sosialisasi Gerakan masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), Indonesian Journal of Community Engagement, 5(1)
Pandean F, Tjitrosantoso H, Goenawi LR. Profil Pengetahuan Masyarakat Kota Manado Mengenai Antibiotika Amoksisilin. Pharmacon. 2013;2(2):67-71
Utami ER. Antibiotika, Resistensi dan Rasionalitas Terapi. El-Hayah. 2011;1(2):191-8
World Health Organization, 1998. The Role of Pharmacist in Self-Care and Self-Medication. WHO, Oslo
World Health Organization. 2015. Antibiotic Resistance: Multi-Country Public Awareness Survey. Geneva
WSMI. 2017. Self Medication. Diakses dari https://www.wsmi.org/about-self-careand-self-medication/what-is-self-medication/ pada tanggal 22 Januari 2022