Potensi Pemanfaatan Burung Hantu Tyto alba sebagai Predator Alami dalam Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jaqc.) di Divisi II PT. SOCFINDO Seunagan
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2283Abstract
Pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) sebagai pengendali hama tikus telah menjadi alternatif pengendalian yang prospektif bagi perkebunan kelapa sawit, termasuk bagi PT. Socfindo Kebun Seunagan. Meskipun demikian efektifitas penggunaan burung hantu ini masih belum terukur dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan keberadaan populasi Tyto alba sebagai pengendali hama tikus pada perkebunan kelapa sawit PT. Socfindo Kebun Seunagan. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Mei 2021 di perkebunan kelapa sawit Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan. Metode yang digunakan adalah metode survey dilengkapi dengan data sekunder berupa data perusahaan dan studi referensi. Pengamtan dilakukan terhadap populasi Tyto alba dan hama tikus di sekitar sarang Tyto alba. Hasil penelitian menunjukkan jumlah sarang yang terdeteksi keberadaan Tyto alba sebanyak 4 sarang dari total 9 sarang burung hantu yang diamati. Indikator keberadaan burung hantu yang dilakukan berupa: anakan, bulu, telur, dan sisa makanan. Hasil sensus serangan hama tikus diketahui rata-rata serangan sebesar 33% dari 1.008 pohon sampel. Sedangkan ambang batas ekonomi serangan hama tikus di PT. Socfindo yaitu <3%. Maka jika dibandingkan, tingkat serangan hama tikus di PT. Socfindo sangat tinggi. Untuk meningkatkan efektivitas maka dilakukan peningkatan populasi Tyto alba yaitu; satu pasang dan satu sarang burung hantu di setiap 20 Ha. Sedangkan di Divisi II PT. Socfindo Kebun Seunagan hanya 15% jumlah sarang dengan total kebutuhan yaitu 59 sarang burung hantu untuk memenuhi kebutuhan di luasan lahan 1.176,31 Ha.
References
Agustini, S., 2013. Burung hantu pengendali tikus secara hayati. Bul. Inov. Teknol. Pertan. 1, 48–50.
Astuti, R., 2004. Tipe Hunian Dan Jenis Mangsa Burung Serak Tyto Alba Javanica Pada Ekosistem Persawahan Nest Type And Prey Species Of The Barn Owl Tyto Alba Javanica In The Rice Field Ecosystem. J. Perlindungan Tanam. Indones. (Indonesian, J. Plant Prot. 10.
BPS. 2020. Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2020. Jakarta, Badan Pusat Statistik.
Bibby, C.J., Burgess, N.D., Hill, D.A., 1992. Bird census techniques. Academic. New York, New York, USA.
Budihardjo, K., Wirianata, H., Primananda, S., 2019. a Study on Barn Owl Population (Tyto Alba Var. Javanica) in Reducing Rat Attacks and Parthenocarpy in Oil Palm Fresh Fruit Bunches. Bioma Berk. Ilm. Biol. 21, 100–105.
Colin R Shawyer, 2012. Barn Owl Tyto alba Survey Methodology and Techniques for use in Ecological Assessment Citation : Wildl. Conserv. 2011.
Direktorat Jenderal Perkebunan, 2021. Statistik perkebunan unggulan nasional. Sekr. Dirjend Perkeb. Kementeri. Pertan. 1056 pp.
Dirjenbun, 2015. Kelapa sawit. Tree Crop Estate Stat. Indones. 2014-2016 79pp.
Hadi, M.-, 2012. Pola Aktivitas HarianPasangan Burung Serak Jawa (Tyto alba) di Sarang Kampus Psikologi Universitas Diponegoro Tembalang Semarang. Bioma Berk. Ilm. Biol. 10, 23. https://doi.org/10.14710/bioma.10.1.23-29
Harjanto, D., Yuda, I.P., Jati, A.W.N., 2016. The Use of Barn Owl as Rats control at Rice Field in Special Region of Yogyakarta. e-Journal Atmajaya Univ. 114110/1, 1–16.
Kurniawan, M.R., Santi, I.S., Kristalisasi, E.N., 2017. Kajian berbagai media umpan sebagai campuran rodentisida terhadap hama tikus. J. Agromast 2.
Kuvaini, A., Saputra, A., 2021. Relung Ekologi Burung Hantu (Tyto alba) dan Teknik Pemeliharaannya di Perkebunan Kelapa Sawit (Studi Kasus di PT Unggul Widya Teknologi Lestari). J. Citra Widya Edukasi 13, 1–14.
Murgianto, F., Edyson, Putra, S.K., Ardiyanto, A., 2022. Role of the Barn Owl Tyto alba javanica as a Biological Agent for Rat Pest Control in the Oil Palm Plantation of Bumitama Agri Ltd. IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci. 985. https://doi.org/10.1088/1755-1315/985/1/012048
O’Neill, S., Short, J., Calver, M., 2021. The distribution, habitat preference and population dynamics of the pale field-rat (Rattus tunneyi) at Edel Land, Shark Bay, Western Australia: the role of refuges and refugia in population persistence. Wildl. Res. 48, 444–457.
Prawiradilaga, D.M., Murate, T., Muzakkir, A., Inoue, T., Kuswandono, A.A., Supriatna, D.E., Afianto, M.Y., Hapsoro, T.O., Sakaguchi, N., 2003. Panduan Survei Lapangan dan Pemantauan Burung-Burung Pemangsa. BCP-JICA. Jakarta.
Rajagukguk, B.H., 2014. Pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) untuk pengendalian hama tikus di perkebunan kelapa sawit. J. Saintech 6, 1–7.
Saipullah, D., Iskarlia, G.R., 2018. Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fase Tanaman Menghasilkan (TM) Di PT Hasnur Citra Terpadu. J. Sains dan Terap. Politek. Hasnur 06, 6–12.
Seprido, S., Mashadi, M., 2019. Pemanfaatan Tyto alba Sebagai Pengendali Hama Tikus Di Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Kuantan Singingi. J. Ilm. Pertan. 16, 1–7. https://doi.org/10.31849/jip.v16i1.2175
Socfindo, 2020. PSM 7 10-21 Pengendalian Hama Tikus Secara Terpadu.pdf.
Sukmawati, N.M.S., Siti, N.W., 2018. Pengembangan burung hantu (Tyto alba) sebagai pengendali hama tikus di desa babahan dan senganan, penebel, Tabanan, Bali. Bul. Udayana Mengabdi 92–98.
Susanto, A., Prasetyo, A.E., Priwiratama, H., Rozziansha, T.A.P., Simanjuntak, D., Sudharto, R.D., de Chenon, A.S., Purba, R.Y., 2015. Kunci Sukses Pengendalian Hama dan Penyakit Kelapa Sawit. Pus. Penelit. Kelapa Sawit, Medan.
Susanto, H., 2016. Kemelimpahan, Distribusi, Dan Karakteristik Sarang Burung Serak Jawa (Tyto alba javanica) Di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















