Pengaruh berbagai Macam Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.)

Authors

  • Sinta Nurani Universitas Slamet Riyadi Surakarta
  • Sartono Joko Santosa Universitas Slamet Riyadi Surakarta
  • Kharis Triyono Universitas Slamet Riyadi Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v18i2.2380

Abstract

Perlu adanya usaha peningkatan hasil panen karena permintaan masyarakat yang selalu bertambah, sementara hasil panen menhadapai fluktuasi per tahunnya. Pupuk hayati bisa dijadikan opsi untuk menambah hasil dan kualitas buncis. Kegiatan telah dilaksanakan tanggal 9 Februari 2022 sampai dengan tanggal 29 April 2022 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tawangmangu di Jalan Lawu, No. 32, Tawangmangu, Karanganyar berada pada 1100 mdpl. Jenis tanah yang dipakai saat penelitan ini ialah tanah andosol. Metode yang dipakai ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan 10 × 3. Terdiri dari K0 = Kontrol, B1= Pupuk hayati bioboost 10 ml/liter air, B2 = Pupuk hayati bioboost 20 ml/liter air, B3 = Pupuk hayati bioboost 30 ml/liter air, S1 = Pupuk hayati feng shou 8 ml/liter air, S2 = Pupuk hayati feng shou 16 ml/liter air, S3 = Pupuk hayati feng shou 24 ml/liter air, P1 = Pupuk hayati PGPR 7,5 ml/liter air, P2 = Pupuk hayati PGPR 15 ml/liter air, dan P3 = Pupuk hayati PGPR 22,5 ml/liter air. Diperoleh hasil bahwa: (1) Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman buncis tetapi tak ada pengaruh nyata atas hasil buncis, (2) Pemberian pupuk hayati (P2) PGPR konsentrasi 15 ml/liter air menunjukkan perpanjangan akar paling baik sebesar 49.50 cm dan pemberian pupuk hayati (P3) PGPR konsentrasi 22.5 ml/liter air menunjukkan pertumbuhan paling baik pada parameter panjang tanaman sebesar 210.50 cm dan jumlah daun sebanyak 18.50 helai.

Kata kunci : Buncis, pupuk hayati, pertumbuhan, hasil

References

Ahmad, F., Fathurrahman, dan Bahrudin. 2016. Pengaruh Media dan Interval Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Vigor Cengkeh (Syzygum aromticum L.). E-Jurnal Mitra Sains, 4(4), 36–47

Arfandi. 2019. Pengaruh Beberapa Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merill). Jurnal Envisoil, 1(1), 10–16.

Cahyani, A. P., Paserang, A. P., Ananda, M., dan Harso, W. 2021. Pengaruh Pupuk Hayati Dengan Komposisi Mikroorganisme Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Bicocelebes, 15(2), 148–156.

Jainah, Rizali, A., dan Heiriyani, T. 2019. Pengaruh Konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merill) Pada Tanah Ultisol di Batakan. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa, 2(2), 16–23.

Khotimah, K., Sudiana, E., dan Pratiknya, H. 2022. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Fenologi Phaseolus vulgaris L. Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Jurnal Bioma, 24(1), 1–7.

Kusumiyati, Sutari, W., dan Raniska, N. 2015. Respons Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Hasil Buncis Tegak Terhadap Pemberian Berbagai Dosis Kompos dan Interval Panen Pada Inceptisols Jatinangor. Jurnal Kultivasi, 14(2), 92–98.

Mutaqin, I. R. Z., Tobing, O. L., dan Rochman, N. 2017. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati dan Kapur Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Agronida, 3(2), 62–67.

Rihana, S., Heddy, Y. B. S., dan Maghfoer, M. D. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Pada Berbagai Dosis Pupuk Kotoran Kambing dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Dekamon. Jurnal Produksi T, 1(4), 369–377

Rizqiani, N. F., Ambarwati, E., dan Yuwono, N. W. 2007. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Dataran Rendah. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 7(1), 43–53.

Setiawati, M. R., Sofyan, E. T., Nurbaity, A., Suryatmana, P., dan Marihot, G. P. 2017. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati, Verikompos dan Pupuk Anorganik Terhadap Kandungan N, Populasi Azobacter sp. dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merill) Pada Inceptisols Jatinangor. Jurnal Agrologia, 6(1), 1–10.

Setyawan, A., Rahmad, J., dan Redjeki, E. S. 2022. Perbedaan Dosis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Asal Akar Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Bambara (Vigna subterranea (L.) Verdcourt). Jurnal Tropicrops, 5(1), 55-65.

Syamsiah, M., dan Royani. 2014. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Terhadap Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) Dari Akar Bambu dan Urine Kelinci. Jurnal Agroscience, 4(2), 109–114.

Downloads

Additional Files

Published

2022-10-10