Kemempanan Bacillus megaterium terhadap Ketahanan Hawar Daun Bakteri Padi in Planta
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i1.7405Abstract
Organisme penganggu tumbuhan (OPT) merupakan hambatan dalam produksi padi, salah satunya adalah penyakit hawar daun bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemempanan B. megaterium melalui berbagai teknik perlakuan dalam mengendalikan hawar daun bakteri (Xoo) dan pemacu pertumbuhan tanaman padi. Percobaan menggunakan dua strain bakteri yaitu BM dan BP dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan yaitu Kontrol (bakterisida), RBM (rendam benih bakteri BM), RBP (rendam benih bakteri BP), SBM (semprot daun bakteri BM), SBP (semprot daun bakteri BP), RSBM (rendam benih dan semprot daun bakteri BM), RSBP (rendam benih dan semprot daun bakteri BP) dan lima ulangan. Pada variabel pertumbuhan tanaman, aplikasi bakteri BM dan BP memengaruhi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan jumlah anakan (batang) dibandingkan dengan kontrol serta mampu menekan intensitas penyakit Xoo dengan nilai terendah 13,3% dan efektivitas pengendalian sebesar 53,8% pada perlakuan SBP dengan nilai AUDPC terendah di perlakuan SBM sebesar 116,6 % hari, sehingga perlakuan yang efektif dalam mengendalikan penyakit Xoo adalah perlakuan semprot. Aplikasi bakteri BM dan BP menunjukkan daun padi mengandung senyawa fitokimia, seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin serta uji kuantitatif kandungan senyawa fenol tertinggi ditemukan pada perlakuan RSBM sebesar 94,4 mg GAE/g.
Kata kunci: AUDPC, Bacillus megaterium, hawar daun bakteri, intensitas penyakit, senyawa fitokimia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















