Hasil Produktifitas Kedelai Dena 1 Dengan Perlakuan NPK dan Urin Kelinci di Lahan Desa Ngulu Tengah Pracimantoro Tahun 2026
Productivity Results of Dena 1 Soybeans with NPK and Rabbit Urine Treatment in Ngulu Tengah Village Land, Pracimantoro Year 2026
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i1.7787Abstract
Kedelai (Glycine max L.) merupakan suatu komoditas pertanian yang berperan sebagai sumber protein nabati. Namun, tingkat produktivitas kedelai di Indonesia masih relatif rendah. Salah satu langkah yang bisa diambil untuk memperbaiki tumbuh kembang dan produksi tanaman kedelai adalah dengan melakukan pemupukan yang ideal dan seimbang, melalui pupuk organik maupun anorganik. Penelitian inibertujuan untuk meneliti dampak dari penggunaan pupuk organik cair(POC) yang diperoleh dari urin kelinci serta pupuk NPK, termasukinteraksi keduanya, terhadap tumbuh kembang dan hasil tanamankedelai. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngulu tengah, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada bulan Juli hinggaSeptember 2025. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak KelompokLengkap (RAKL) yang mencakup 2 perlakuan. Faktor pertama adalahdosis POC urin kelinci yang terdiri atas empat taraf, yaitu 0, 15, 30, dan45 ml/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16-16-16 yang terdiri atas empat taraf, yaitu 0, 2,4, 4,8, dan 7,2 g/tanaman. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga ulangan sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun,berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, umur muncul bunga,jumlah polong, berat biji per tanaman, serta berat 100 biji. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC urin kelinciberpengaruh terhadap jumlah daun, berat brangkasan basah, beratbrangkasan kering, jumlah polong, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji. Sementara itu, pupuk NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, jumlah polong, berat biji per tanaman, serta berat 100 biji. Interaksi antara kedua perlakuan terjadi pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Perpaduan terbaik diperoleh dalam perlakuan POC urin kelinci sebesar 45 ml per tanaman dan pupuk NPK sebesar 4,8 g per tanaman.
Kata kunci: biji, kedelai, NPK, polong, urin.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















