Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Terung (Solanum melongena L)
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i1.786Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang optimal dan varietas yang paling baik serta interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian dilakukan di Desa Surajaya Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang pada ketinggian lebih kurang 10 m dpl, jenis tanah Alluvial, percobaan dilakukan bulan Juli sampai Oktober 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan ulangan tiga kali. Faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair (0; 7,5; 15; dan 22,5 ml/l air). Faktor kedua macam varietas (Naga Hijau, Sembrani dan Mustang). Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, saat berbunga, panjang buah, diameter per buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, umur saat panen, jumah akar, dan panjang akar terpanjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati, kecuali saat berbunga dan umur saat panen tidak berbeda nyata. Pertumbuhan dan produksi tanaman terung tertinggi diperoleh pada konsentrasi 22,5 ml/l air. Macam varietas berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati, kecuali saat berbunga dan umur saat panen. Pertumbuhan dan produksi tertinggi diperoleh pada varietas Mustang. Terdapat interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair dengan macam varietas terhadap bobot buah per tanaman. Konsentrasi pupuk organik cair 22,5 ml/l air dengan varietas Mustang menunjukkan hasil yang terbaik.
Kata kunci: terung, konsentrasi, pupuk organik cair, varietas.
References
Anton. 2003. Pupuk Organik Cair Lengkap (POCL) Super ACI, Makasar. Badan Pusat Statistik. 2012. Statistik Indonesia. Jakarta.
Cahyono, B. 2003. Teknik Strategi Budidaya Terung. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Hadisuwito. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair. Agromedia Pustaka. Jakarta. 50 Hal.
Hakim, N., M. Yusuf, Nyakpa, Sutopo, G., A.M. Lubis, M. Rusdi, Amin, D., Go BangHong dan H. Bailey. 2000. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung.
Harjadi, S.S. 2003. Pengatar Agronomi. Gramedia, Jakarta.
Hastuti. 2007. Terung. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatera Utara.
https://lmgaagro.wordpress.com/2014/05/04/ budidaya-tanaman-terong-yang-baikdan- benar/. Diakses tanggal 26 Pebruari 2015.
Jumin. 2001. Agronomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Karnomo, Soemedi, Dewanto, Widhiatmoko, Amirudin, Agusnirwanto. 1990. Pengantar Produksi Tanaman Agronomi. Fakulas Pertanian
Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
Lingga, P. 2008. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Parnata A.S. 2005. Pupuk Organik Cair, Aplikasi dan Manfaatnya. PT. agromedia Pustaka. Depok.
Prihmantoro. 2002. Memupuk Tanaman Sayur. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rizqiani N,F. dkk. 2007. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair dan Hasil Buncis (Pheassoles Vulgacis L.) Pada Dataran Rendah.Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan.Yogyakarta.
Rukmana, 1994.Bertanam Persai dan Sawi.Kasinus. Yogyakarta.
Rukmana, 2002. Bertanam Terung. Kanisius, Yogyakarta. Samadi. 2003. Budidaya Terung Hibrida. Kanisius. Yogyakarta.
Sakri, R.M. 2012. Meraup Untung Jutaan Rupiah dari Budidaya Terung Putih. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sarief. 2002. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.
Soepardi, G. 2008. Masalah Kesuburan Tanah dan Pupuk. Departemen Ilmu Tanah IPB, Bogor.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















