Pengaruh Lama Perendaman Rootone F dan Dosis Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan Stek Nilam (Pogostemon cablin BENTH)

Authors

  • Nurahim Nurahim Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur
  • Ari Handriatni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i1.787

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui lama perendaman Rootone F dan dosis pupuk kandang sapi yang optimum serta interaksinya terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Medono, Pekalongan Barat, Pekalongan. Penelitian dilaksanakan selama bulan yaitu bulan Januari sampai April 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan factorial 3 x 4. Faktor pertama lama perendaman Rootone F terdiri atas 3 taraf (lama perendaman 1 jam, 2 jam dan 3 jam). Faktor kedua dosis pupuk kandang sapi terdiri atas 4 taraf (0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi jumlah akar, panjang akar terpanjang, bobot basah akar, bobot kering akar, jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman, bobot basah brangkasan, bobot kering brangkasan dan persentase tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah akar, panjang akar terpanjang, bobot basah akar, bobot kering akar, diameter batang, bobot basah brangkasan, dan bobot kering brangkasan, sedangkan variabel jumlah daun dan tinggi tanaman berbeda nyata. Lama perendaman 3 jam (L3) memberikan hasil yang terbaik. Dosis pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel. Dosis pupuk kandang sapi terbaik 30 ton/ha. Interaksi antara lama perendaman Rootone F dengan dosis pupuk kandang sapi berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati. Interaksi terbaik pada lama perendaman 3 jam dengan dosis pupuk 30 ton/ha (L3D3).

Kata kunci: stek nilam, Rootone F, dosis pupuk kandang

Author Biographies

Nurahim Nurahim, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur

Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur

Ari Handriatni, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan

Dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan

References

Anang, E. B., K. Badami, dan A. Arsyadmunir, 2013. Pengaruh Kombinasi Macam Zpt dengan Lama Perendaman Yang Berbeda terhadap Keberhasilan Pembibitan Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav) Secara Stek. Fakultas Pertanian. Universitas Trunojoyo Madura. Madura. Vol. VI. No. 2.

Andalusia. 2005. Pengaruh Media Tanam dan Pupuk N terhadap Pertumbuhan Bibit Jati Belanda (Guazuma Ulmifolia Lamk.). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Asnani. 2008. Pengaruh Jenis Tanah dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Setek Nilam

(Pogostemon cablin, Benth). Skripsi S1. UNS Press. Surakarta.

Fanesa, A. 2011. Pengaruh Pemberian Beberapa Zat Pengatur Tumbuh terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Jeruk Kacang (Citrus nobilis L.). Fakultas Pertanian Unand.

Gardner, F.P., R.B. Pearce, and R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan. UI Press. Jakarta. 424 hal.

Kusumo, S. 1994. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Yasaguna, Jakarta.

Nugrahini. 2013. Respon Pertumbuhan Stek Tanaman Panili (Vanilla planifolia) terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Organik Cair Nasa. Jurnal. Universitas Widyagama Mahakam Samarinda. Vol. V. No. 1, Samarinda.

Rotinsulu, dan M.Johan. 2008. Tehnik Budidaya Jelutung, Galam dan Ramin. Universitas Palangkaraya.

Rukmana, R. 2004. Nilam Prospek Agribisnis dan Teknik Budidaya. Kanisius, Yogyakarta.

Santoso, B.H. 1990. Nilam Bahan Industri Wewangian. Kanisius, Yogyakarta.

Sarief, ES. 2002. Kesuburan dan Pemupukan Tanaman Pertanian. Pustaka Buana. Jakarta.

Sudrajat, H. dan H. Widodo. 2011. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Rootone F pada Pertumbuhan Pule Pandak (Rauwolfia Serpentina Benth). Universitas Trunojoyo, Surakarta.

Suprianto dan K. E. Prakasa. 2011. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Rootone F Terhadap Pertumbuhan Stek Duabanga mollucana. Blume. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor. Vol. 03 No. 01 Agustus 2011, Hal. 59 – 65.

Published

2019-04-18