Potensi Tepung Pakan Alternatif dari Maggot dan Azolla (Malla) sebagai Bahan Baku Pakan Ternak dengan Kandungan Protein Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i1.790Abstract
Ketersediaan pakan merupakan faktor utama dari suksesnya usaha peternakan, baik berupa peternakan ungas, pemamah biak, maupun ikan. Pakan dapat dibedakan menjadi pakan alami dan pakan buatan. Bahan baku utama penunjang protein yang sering digunakan adalah limbah ikan, namun ketersediaannya fluktuatif. Potensi bahan baku alternatif dengan kandungan protein tinggi diantaranya adalah maggot dari lalat Hetermia illucens yang memiliki kandungan protein hewani dan tanaman azolla yang memiliki kandungan protein nabati. Penulisan ini menggunakan metode diskriptif yaitu penulisan yang mengacu pada pemecahan masalah yang aktual, pengumpulan data, disusun, dijelaskan dan di analisis. Pembahasan masalah dengan menggunakan studi pustaka dan hasil uji laboratorium sebagai sumber informasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya produk tepung pakan malla yang memiliki tiga produk turunan yang dibuat menjadi tiga grade. Kandungan proksimat yang dimiliki tepung pakan Malla grade 1 antara lain protein 33.70%, lemak 26.28%, karbohidrat 17.32%, kadar air 9.72% dan kadar Abu 12.98%. Pada grade 2 protein 32.84%, lemak 25.03%, karbohidrat 18.77%, kadar air 9.40% dan kadar Abu 13.96% dan Pada grade 3 protein 31.61%, lemak 24.63%, karbohidrat 20.59%, kadar air 9.71% dan kadar Abu 13.46%. Kesimpulan yang diperoleh yaitu 1.) Tepung pakan malla merupakan bahan baku yang berasal dari campuran antara protein hewani (maggot) dan protein nabati (azolla), 2.) Produk tepung pakan malla merupakan suplemen protein pakan ternak dan dapat pula digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak. 3.) Produk tepung pakan malla memiliki turunan produk menjadi tiga grade yang memiliki kandungan protein diatas 30%, dan 4.) Tepung pakan Malla memiliki potensi dalam menunjang pertanian terpadu yang berkelanjutan.
Kata kunci: Pakan, Maggot, Azolla, Tepung pakan Malla, Protein
References
Djojosuwito, S. 2000. Azolla “Pertanian Organik dan Multiguna.Penerbit Kansius. Yogyakarta.
Makkar HPS, Tran G, Heuze V, Ankreas P. 2014. State of the art on use of insects as animal feed. Anim Feed Sci Technol. 197:1-33.
McShaffrey D. 2013. Hermetia illucens-Black Soldier Fly Hermetia illucens. Bugguide.net (on line). Diakses pada tanggal 31 mei 2017 dari: http: bugguide.net/node/view/874940/ bimage.
Suciati, R. dan H. Faruq, 2017, Efektifitas Media Pertumbuhan Maggots Hermetia Illucens (Lalat Tentara Hitam) Sebagai Solusi Pemanfaatan Sampah Organik , J. Biosver 2(1): 8-13.
Supartoto, P. Widyasunu, Rusdiyanto dan M. Santoso. 2012. Eksplorasi Potensi Azolla microphylla dan Lemna polyrhizza Sebagai Produsen Biomassa Bahan Pupuk Hijau, Pakan Itik dan Ikan. Prosiding Seminar Nasional”Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II”, purwokerto 27-28 November 2012. P: 217-225.
Utama, P., D. Firnia dan G. Natanael, 2015.Pertumbuhan Dan Serapan Nitrogen Azolla microphylla Akibat Pemberian Fosfat dan Ketinggian air yang berbeda. J.Agrogolia 4(1):41-52.
Wardhana, A.H. 2016. Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif untuk Pakan Ternak. J. Wartazoa 26(2): 69-78.
Wardhani, L.K., M. Safrizal dan A.Chairi, 2011, Optimasi Komposisi Bahan Pakan Ikan Air Tawar Menggunakan Metode Multi-Objective Genetic Algorithm, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.Yogyakarta 17-18 juni 2011, P: 112 – 117 (On line) Di akses dari : https://journal.uii.ac.id/Snati/article/view /2182/2008.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















