PROSPEK DAN KENDALA BANK SYARIAH DI ERA GLOBALISASI
DOI:
https://doi.org/10.31941/jebi.v5i2.179Abstract
Bank menurut Undang-undang Perbankan No. 7 / 1992 adalah usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hudup rakyat banyak, maka fungis bank dalam perekonomian diantaranya sebagai berikut :
Bank berperan sebagai penyalur dana pada masyarakat atau debitur yang membutuhkan untuk menggairahkan sektor riil. Dana yang disimpan baik dari masyarakat maupun modal sendiri atau dana pinjaman antara bank.
Bank dalam fungsi ini berperan sebagai perantara atau penghubung antara pihak yang mempunyai modal dengan pihak yang mempunyai modal dengan pihak yang membutuhkan modal. Dalam hal ini yang penting adalah kepercayaan, kepercayaan pada lembaga bank maka bank harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh nasabahnya
Peran bank dalam hal ini adalah sebagai lembaga kepercayaan (Agent of Trust) khususnya bagi masyarakat yang menyimpan dananya di bank, bank dalam perkembangan perekonomian dewasa ini diharapkan dapat mendorong laju perkembangan perekonomian melalui sektor riil. Krisis ekonomi yang telah melanda Indonesia bahkan sampai kawasan Asia sejah pertengahan tahun 1997 yang lalu mampu memporak- porandakan sendi-sendi perekonomian Indonesia. Dunia perbankan tidak terkecuali telah berubah peran dari yang diharapkan, bahkan banyak bank yang berjatuhan dilikuidasi atau dibeku operasi. Banyak bank yang dialihkan operasionalnya kepada BPPN serta dalam perawatan BPPN
Krisis yang terjadi di Asia yang dinilai sebagai kawasan yang pertumbuhannya sangat menakjubkan. Namun pertumbuhan yang terjadi pertumbuhan semu, semu menggelembung bagai buih yang tidak berisi. Hal itu disebabkan karena perkembangan ekonomi yang tidak mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat berupa kekuatan sektor riil dengan produk-produktivitas tinggi dan efisiensi ekonomi yang optimal.
Ketimpangan ekonomi seperti itu disebabkan karena dominannya sektor moneter atau finansial dibandingkan dengan sektor riil dalam hubungan perekonomian. Dari beberapa kajian bahwa laju pertumbuhan uang mencapai ratusan kali lipat dibanding dengan laju pertumbuhan sektor riil.
Melihat ketimpangan ekonomi seperti itu para ahli ekonomi dunia perlu mencari alternatif ekonomi yang lebih baik yang rentan terhadap goncangan ekonomi yang sering terjadi. Etelah keruntuhan sistem ekonomi sosialis sistem ekonomi Islam sebnagai alternatif pilihan sistem ekonomi dunia., sebagai tanda mulai ramai dikaji dan dibuka program ekonomi Islam di Universitas-universitas terkemuka di dunia, seperti Harvard University di Amerika, beberapa Universitas di Inggris dan Australia juga di negara-negara Islam seperti Malaysia dan Indonesia. Perkembangan selanjutnya diikuti oleh banyak berdirinya bank-bank yang mempunyai konsep dasar Islam yang menawarkan konsep operasionalnya bukan atas dasar bunga seperti pada bank konvensional pada umumnya melainkan dengan konsep bagi hasil
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with JEBI: Jurnal Ekonomi dan Bisnis agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the JEBI: Jurnal Ekonomi dan Bisnis right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





