KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA SMA
Abstrak
Abstrak
Pada pembelajaran menulis cerita pendek siswa tidak hanya mempelajari teori sastra saja, tetapi siswa dituntut untuk dapat mengungkapkan pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan melalui sebuah karya sastra berupa cerita pendek. Dengan memiliki keterampilan menulis cerita pendek, siswa mampu menyalurkan emosi dan juga berpikir kreatif. Untuk mengetahui keterampilan menulis cerita pendek siswa, maka diadakan penelitian survai di SMA Negeri 1 Banyumas. Hasil yang diperoleh adalah keterampilan menulis cerita pendek siswa masih rendah dengn skor rerata 65,26 dan masuk dalam kategori cukup. Adapun faktor penyebab utama rendahnya keterampilan menulis cerita pendek ialah siswa kesulitan menemukan ide atau gagasan untuk memulai cerita. Adapun faktor pengiring lainnya meliputi model pembelajaran yang monoton dan sedikitnya kosa kata yang dikuasai siswa.Referensi
Baribin, Raminah. 1985. Teori dan Apresiasi Prosa Fiksi. Semarang: IKIP Semarang Press.
King, Sophie. 2008. How to Write Short Stories for Magazine and Get Published. United Kingdom: How to Content.
Kosasih, E. 2009. Mantap Bersastra Indonesia. Bandung: Yrama Widya.
Nugroho, Hamdan. 2009. Pembelajaran Menulis Cerpen Dengan Strategi 3m Pada Siswa Kelas Xi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. www.hamsmars.com diunduh (07/08/2009).
Nurgiyantoro, Burhan. 2002. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM Press.
Nurudin. 2007. Dasar–Dasar Penulisan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Nuryatin, Agus. 2010. Mengabadikan Pengalaman dalam Cerpen. Rembang: Yayasan Adhigama.
Savvidou, C. (2004). Short Stories in Teaching Foreign Language Skills. International Journal, 10 (12) Retrieved September 15, 2006, from http://iteslj.org/Techniques/Savvidou_Literature.html (diunduh 30/06/10)