CERITA SERI IKAL DAN BOLO SEBAGAI MEDIA BERCERITA (KAJIAN KOMUNIKASI VISUAL)
Abstrak
Buku cerita seri “Ikal dan Bolo” diciptakan guna membekali peserta didik tentang mitigasi bencana dengan mengunggulokan budaya local Pekalongan. Buku ini diperuntukan untuk anak-anak usia sekolah dasar. Cerita seri “Ikal dan Bolo” diharapkan dapat digunakan sebagai media pembejaran untuk meningkatkan keterampilan bercerita anak SD. Guna mencapai tujuan tersebut, dalam perancangannya harus disesuaikan dengan kajian komunikasi visual. Hal ini selaras dengan tujuan penelitian yaitu, mendeskripsikan desain visual pada cerita seri “Ikal dan Bolo”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengna Teknik analisis data interaktif. Hasil yang diperoleh adalah bukku cerita seri “Ikal dan Bolo” memiliki ilutrasi yang bagus dan cocok untuk usia sekolah dasar. Hal ini ditandai dengan penggunaan ilustrasi berupa kartun dan penggunaan warna yang kontras. Selain itu, ilustrasi pada cerita seri ini juga sesuai dengan topik yaitu mitigasi bencana berbasis kearifan local. Drngan demikian, cerita seri “Ikal dan Bolo” layak dijadikan sebagai media bercerita pada anak usia sekolah dasar.Referensi
Anggraini, L, S. & Nathialia, K. (2014). Desain Komunikasi Visual: Dasar-Dasar Panduan Untuk Pemula. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Arleen, A. (2018). Belajar Menulis Cerita Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sarwono, J., dan Lubis (2007): Metode Riset untuk Desain Komunikasi Visual, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Kotter, J.P. & Heskett, J.L. (2011). Corporate Culture and Performance, Repr. Ed., Free Press, New York, USA.
Mitchell, B. L. (2012). Game design essentials. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. (Bandung: Angkasa).
Sanjaya, Wina. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Prenada Media Group