PENGARUH SUHU 50◦C DAN 60◦C SERTA LAMANYA PEMANASAN TERHADAP KADAR AMOKSISILIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH
DOI:
https://doi.org/10.31941/jurnalpena.v19i1.148Abstract
Amoksisilin merupakan penisilin semisintetik, yang aktifitas baktericidnya terletak pada keutuhan cincin β-laktam. Cincin β-laktam ini dapat rusak oleh adanya suasana asam, suasana basa, enzim penisilinase dan akan dipercepat oleh adanya logam atau pengaruh panas serta pemanasan jangka panjang akan menginaktifkan penisilin. Gugus C=O β-laktam mempunyai serapan yang spesifik pada bilangan gelombang 1780-1770 cm-1, maka kespesifikan pita serapan pada panjang gelombang inframerah ini dimanfaatkan untuk analisa kuantitatif derivat penisilin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana suhu 50◦C dan 60◦C serta lamanya pemanasan berpengaruh terhadap kadar amoksisilin secara spektrofotometri inframerah dengan cara memanaskan amoksisilin pada suhu 50◦C dan 60◦C selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, 8 jam, 1 hari, 2 hari, 8 hari, 15 hari dan 30 hari. Hasil pemanasan tersebut diperiksa kadarnya secara spektrofotometri inframerah menggunakan teknik pellet KBr. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah metode spektrofotometri inframerah dapat digunakan untuk menetapkan kadar amoksisilin sejauh belum terjadi peruraian terhadap amoksisilin serta dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan amoksisilin akibat pengaruh suhu.
Kata kunci : Amoksisilin, β-laktam, Spektrofotometri Inframerah
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Hak publikasi jurnal menjadi milik pengelola jurnal dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak moral publikasi menjadi milik penulis.
- Aspek legal formal terhadap aksesibilitas publikasi jurnal mengacu pada lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yangberarti bahwa publikasi dapat dimanfaatkan dengan tujuan non-komersial dan dalam bentuk aslinya (tidak dapat dimodifikasi).
- Setiap publikasi jurnal (cetak/elektronik) bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pihak tertentu.