Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Warga Kecamatan Pekalongan Selatan Pada Masa Pandemi Covid-19

Authors

  • Nailis Sa'adatin Nafiah UNIVERSITAS PEKALONGAN
  • Nur Ermawati Universitas Pekalongan
  • Nila Oktaviani Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/jurnalpena.v37i1.2419

Keywords:

perception, traditional medicine, COVID-19 pandemic

Abstract

Coronvirus telah menyebar diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Coronavirus menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. diIndonesia menggunakan obat tradisional yang berasal dari tanaman herbal yang diguakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh diera pandemi COVID-19.   Penelitian ini dilakukan diKota Pekalongan kecamatan Pekalongan Selatan penduduknya berjumlah sekitar 63.052 ribu jiwa penggunaan ramuan obat tradisional yang beragam.

Metode Penelitian  yang dilakukan  merupakan  penelitian observational/survei yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dengan menggunakan data primer yaitu kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat Kecamatan Pekalongan Selatan. Dilakukan penjabaran deskriptif tentang hasil yang sudah didapatkan dari pengumpulan data.

Hasil Gambaran penggunaan ramuan obat tradisional pada masa pandemi COVID-19 sesudah pandemi COVID-19 mengalami peningkatan konsumsi ramuan obat  tradisional.  Sumber  pemakaian  ramuan  obat  tradisional  berasal  dari  diri sendiri. Masyarakat mengkonsumsi ramuan obat tradisional agar menyehatkan badan.  Meyakini  bahwa  ramuan obat tradisional  dapat mencegah infeksi  virus. Masyarakat merasakan manfaat ramuan obat tradisional dimasa pandemi COVID-

19.  Sebagian  besar  masyarakat  melakukan  upaya  kesehatan  dengan  mencuci tangan. Dan merasakan aman karena tidak ada efek samping dan mudah untuk ditemukan  dan  cukup  terjangkau.  Tanaman  obat  yang  paling  sering  digunakan adalah tanaman jahe dan kunyit yang digunakan adalah rimpangnya lalu serai yang digunakan adalah batangnya.

Kata kunci : persepsi, obat tradisional, pandemi COVID-19

Author Biographies

Nailis Sa'adatin Nafiah, UNIVERSITAS PEKALONGAN

Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan

Nur Ermawati, Universitas Pekalongan

Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan

Nila Oktaviani, Universitas Pekalongan

Fakultas Farmasi Universitas Pekalongan

References

BPOM. (2020). Buku saku. Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Chen.L, C. H. (2020). A Case Study of a Liver Protection Healty Food. An Integrated Approach Exploring the Synergidtic Mechanism of Herbal Pirs in a Botanical Dietary Supplement.

gendro, w. (2011). merancang peneliyian bisnis dengan alat analisis SPSS 17.0 % smart PLS 2.0 . Yogyakarta: Percetakan STIM YKPM.

Jenta.P, S. (2019). Persepsi Masyarakat terhadap pengobatan tradisional berdasarkan pendidikan di Kabupaten Pekanbaru. Jurnal of Holistic and Health Sciences, vol 3 No1.

joe B, V. V. (2004). Biological properties of curcumin celullar and molecular mechanisms of action. cricital review in food science an utrition, 44 (2):97-112.

Kartono, K. (1981). Patologi sosial jilid I . Bandung : Rajawali Press.

Kemenkes, RI. (2020). Pedoman dan Pencegahan Coronnavirus (COVID-19). Jakarta.

KEMENKES.RI. (2017). Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Nomor HK.01.07/MENKES/187.

Notoadmodjo. (2007). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku . Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman SkripsI Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pranata, T. (2014). Herbal Toga (Tanaman Obat Keluarga). Yogyakarta: Aksara Sukses.

Ratna, J. (2020). jahe peningkat sistem imun tubuh di era pandemi COVID-19 di Kelurahan Kadia Kota Kendari. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, vol 1 No 2.

Sahin.AR, E. A. (2020,2019). novel coronavirus (COVID-19). A reviuw of the Current Literature, EJMO 4(1), 1-7.

Siswanto. (2004). Penanganan Hasil Panen Tanaman Obat Komersial. Jakarta: Penebar Swadaya

Downloads

Published

2023-03-31