TUTURAN EMOSIONAL MASYARAKAT DI PASAR DESA API-API, KECAMATAN WONOKERTO, KABUPATEN PEKALONGAN: SUATU KAJIAN PRAGMATIS

Authors

  • Hadi Sumarto

DOI:

https://doi.org/10.31941/jurnalpena.v21i2.41

Abstract

Bahasa secara pragmatik memiliki tingkatan emosi. Keberkaitan antara tuturan bahasa dengan tingkat  emosi  penutur  lebih  dikarenakan  oleh  kebutuhan  penutur  dalam  menguatkan  maksud tertentu  yang  ingin  disampaikan  serta  situasi  tindak  tutur.  Menjadi  menarik  jika  hal  tersebut diteliti, terutama pada tindak tutur  masyarakat di  Pasar Desa Api-api,  Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini mengkaji  semua tuturan emosi dalam Bahasa  Indonesia yang digunakan oleh  para penutur tuturan emosi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Tehnik  pengumpulan  data  adalah  tehnik  simak  dan  tehnik  catat.  Tehnik  analisis  data  adalah deskriptif  kualitatif  dan kategorisasi.  Hasil penelitian:  (1) Terdapat 16 pernyataan, 2  perintah, dan 2 pertanyaan dalam tindak tutur lokusi; (2) tindak tutur ilokusi terkejut 2 kali, kesal 7 kali, kecewa  2  kali,  gugup  1  kali,  terkejut  dan  marah  1  kali,  kecewa  dan  kesal  1kali,  kesal  dan kecewa 2 kali, kesal dan marah 2 kali, kesal dan gugup 1 kali, kesal dan malu 1 kali; (3) Tindak tutur perlokusi dengan efek positif 11 kali, efek negatif 7 kali, dan efek netral 2 kali. (4) Faktor- faktor yang mempengaruhi penggunaan tuturan emosional adalah faktor psikologis, sosial, dan pendidikan.

 

Kata Kunci: Tuturan emosional, Kajian Pragmatis 

Author Biography

Hadi Sumarto

Dosen Prodi PBI FKIP-Universitas Pekalongan

Published

2015-06-11