Studi Kasus : Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kondisi Drop Foot Dekstra dengan Modalitas Electrical Stimulation (ES) dan Terapi Latihan

Authors

  • Dyah Nirmala Sari Universitas Pekalongan
  • Nur Susanti D 3 Fisioterapi UNIKAL
  • Eko Prihati RSUD Dr.Soesilo Slawi Kabupaten Tegal

DOI:

https://doi.org/10.31941/jurnalpena.v38i2.4460

Keywords:

Drop Foot, Electrical Stimulation (ES), dan Terapi Latihan

Abstract

Drop Foot merupakan kondisi dimana pasien tidak mampu mengangkat kaki depan karena kelemahan otot dorso fleksor kaki yang diakibatkan kerusakan / cedera pada saraf perifer peroneal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Drop Foot Dekstra Dengan Modalitas Electrical Stimulation (ES) dan Terapi Latihan. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Soeselo Slawi Kabupaten Tegal dengan metode deskriptif analitik pada pasien dengan kondisi drop foot. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan autoanamnesis dan pemeriksaan fisik. Problematika fisioterapi yaitu adanya nyeri, spasme, atrofi otot, penurunan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot,  dan penurunan aktivitas fungsional. Instrumen penelitian terdiri dari pemeriksaan nyeri dengan Visual Analogue Scale, spasme otot dengan palpasi, lingkup gerak sendi dengan goniometer, kekuatan otot dengan Manual Muscle Test dan aktivitas fungsional dengan Foot Ankle Disability Index. Setelah dilakukan terapi 1 hingga terapi ke 4 terdapat penurunan nyeri dari T1 = nyeri diam 0, nyeri tekan 3, nyeri gerak 2 hingga T4 = nyeri diam 0, nyeri tekan 2, nyeri gerak 1. Penurunan spasme otot dari T1 = 1 hingga T4 = 1. Peningkatan lingkup gerak sendi dari T1 = Sa = 40º-0º-20º  dan T4 = Sa = 45º-0º-20º. Peningkatan aktivitas fungsional dari T1 = 61,53% hingga T4 = 63%. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian electrical stimulation (ES) dan terapi latihan dapat menurunkan nyeri, meningkatan lingkup gerak sendi ankle, meningkatan kekuatan otot dan meningkatan aktivitas fungsional.

References

Amaliyah, R., & Mustikawati, N. (2021). Gambaran Funtional Electrical Stmulation (FES) Untuk Memperbaiki Drop Foot Gait Pasca Stroke: Literature Review. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 19, 1944–1958.

Fabiana, M. F. (2019). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KONDISI CALCANEUS SPURS BILATERAL DENGAN MODALITAS ULTRASOUND, TRANSVERSE FRICTION DAN HOLD RILEX EXERCISES DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN. 37–47.

Jehaman, I., & Alamsyah, I. (2019). Perbedaan Skala Nyeri Pada Pemberian Terapi Shortwave Diarthermi Dengan Penambahan Terapi Latihan pada Pasien Calcaneus Spurs Di RS.Grandmed Lubuk Pakam. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (Jkf), 1(2), 27–35.

Kandarian. (2008). The molecular basis of skeletal muscle athropy - Parallels with osteoporotic signaling. Journal off Musculoskeletal Neuronal Interactions, 8(4), 340–341.

Mardiman, S., Parjoto, S., Syatibi, M., Sujatno, I., Suharyono, H., Kuntono, H. P., Wahyono, Y., Basuki, N., & Waluyo, I. (1994). Dokumentasi Persiapan Praktek Profesional Fisioterapi. Akademi Fisioterapi Surakarta Depkes RI.

Pristianto, A. (2018). Terapi Latihan Dasar (F. R. Wijianto (ed.)). Muhammadiyah University Press.

Setiawan, D., & Pristianto, A. (2021). Program Fisioterapi pada Kondisi Drop Foot Pasca Total Hip Arthroplasty: A Case Report. Physiotherapy, 1, 1–6.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2025-02-04