Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau Dari Self Confidence Siswa Smp Negeri 1 Magelang Pada Materi Garis Dan Sudut

Authors

  • Nur Indah Fauziah Tidar University
  • Syita Fatih 'Adna Tidar University
  • Zuida Ratih Hendrastuti Tidar University

DOI:

https://doi.org/10.31941/delta.v11i2.2429

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Tujuan pembelajaran matematika yaitu terdapat kemampuan yang harus dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan wawancara dengan guru matematika SMP Negeri 1 Magelang didapatkan informasi bahwa siswa memiliki kurangnya kemampuan berpikir dikarenakan siswa lebih mengutamakan hafalan daripada menganalisis masalah dengan baik dan siswa tidak peduli terhadap apa yang dibutuhkan nya.Oleh karena itu guru harus mampu menentukan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Salah satu model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).Dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) tentu dapat mewujudkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, karena akan menciptakan kerjasama antar anggota kelompok berdasarkan langkah-langkah dari model pembelajaran Creative Problem Solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran model Creative Problem Solving dengan model pembelajaran langsung. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Bentuk desain eksperimen dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Bentuk desain eksperimen dalam penelitian ini adalah quasi experimental design. Kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung dengan  dan . Besarnya perbedaan model pembelajaran Creative Problem Solving sebesar 72,13 dan pembelajaran langsung sebesar 60,50.

References

Agustina, L. & Wisnumurti, A. (2019). Dukungan Sosial dan Motivasi Belajar Siswa SMA MASEHI 2 PSAK Semarang. Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 10(1). 28-42.

Duron, R., Limbach, B., & Waugh, W. (2006). Critical Thinking Framework For Any Discipline. International Journal of Teaching and Learning in Higher Education, 17(2). 160-166.

Khoirunnisa, P. M., & Malasari, P. N. (2021). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Ditinjau Dari Self Confidence. JP3M: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika, 7(1).49-56.

Kodir, A. (2018). Manajemen pembelajaran saintifik kurikulum 2013 pembelajaran berpusat pada siswa. Bandung: Pustaka Setia.

Murniati & Astuti, A. R. P. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) TerhadapKreativitas Belajar Siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 3(1). 75-82.

Putri, M. P., Juariah, & Rachmawati, T. K. (2022). Manfaat Self Confidence Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Benefits of Self Confidence to Ability Student Mathematical Problem Solving. MERP I: Mathematics Education on Research Publication, 12. 45-49.

Rahman, S. (2021). Pentingnya Motivasi Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 289-302.

Tresnawati., Hidayat, W., & Rohaeti, E. E. (2017). Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Kepercayaan Diri Siswa SMA. Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education (Symmetry), 2(2).116-122.

Wahyuni, R., Mariyam., & Sartika, D. (2018). Efektivitas Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa Pada Materi Persamaan Garis Lurus. JPMI: Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 3(1), 26-31.

Downloads

Published

2023-08-04