Analisis Tingkat Berpikir Geometri Siswa Sekolah Menengah Pertama Menurut Teori Van Hiele
DOI:
https://doi.org/10.31941/delta.v11i2.2736Keywords:
berpikir matematis, berpikir geometri, geometri van Hiele, geometriAbstract
Geometri merupakan bagian dari materi matematika yang berhubungan dengan titik-titik yang dapat membentuk sebuah garis, lalu garis tersebut menjadi bidang lalu membantuk sebuah bidang poligonal hingga menjadi sebuah bentuk tiga dimensi. Geometri merupakan mata pelajaran yang sudah akrab dengan siswa dari sebelum masuk sekolah. Namun data dilapangan menunjukkan bahwa tingkat berpikir geometri siswa masih rendah. Van Hiele menyatakan terdapat 5 tingkatan berpikir geometri yakni : visualisasi (level 0), analisis (level 1), deduksi informal (level 2), deduksi (level 3), dan rigor (level 4). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat berpikir geometri pada siswa SMP Swasta Singosari Delitua berdasarkan teori Van Hiele. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-A SMP Swasta Singosari Delitua tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir geometri pada siswa kelas IX SMP berdasarkan teori Van Hiele pada materi geometri berada pada tingkat visualisasi. Pada tingkat visualisasi subjek sudah mampu dalam mengidentifikasi dan beroperasi dengan bangun datar segiempat dan bangun datar geometri lainnya (misalnya garis, sudut, garis berpotongan) berdasarkan tampilannya.References
Amalia, R. (2017). Kemampuan Berpikir Matematis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 118–125. https://doi.org/10.20527/edumat.v4i2.2568
Amalliyah, N., & Dewi, N. R. (2021). Tahap Berpikir Geometri Siswa SMA Berdasarkan Teori Van Hiele Ditinjau dari Perbedaan Gender. Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 5(2), 352-361.
Astuti, M. K. D. (2017). Analisis Tingkat Berpikir Geometri Pada Siswa SMP Berkemampuan Matematika Tinggi Berdasarkan Teori Van Hiele. (skripsi). FKIP, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Darta, M. (2013). Kemampuan Deduksi Matematika Mahasiswa Tingkat Pertama Prodi Pendidikan Matematika Unpas (Studi Kasus Untuk Tahap Berpikir Deduksi Geometri Dari Van Hiele). Jurnal Pengajaran Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 18(1), 16-21. https://doi.org/10.18269/jpmipa.v18i1.207
Mason, J., Burton, L., & Stacey, K. (2010). Thinking mathematically. In Early Years Educator. Diperoleh dari : http://mehrmohammadi.ir/wp-content/uploads/2019/11/Thinking-Mathematically.pdf
Nopriana, T. (2014). Berpikir Geometri Melalui Model Pembelajaran Geometri Van Hiele. Delta, 2(1), 41–42.
Nurhidayah, V. L. (2017). Perkembangan Kemampuan Berpikir Geometri Peserta Didik Berdasarkan Teori Van Hiele Pada Materi Segi Empat Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning. (skripsi). FKIP, Universitas Negeri Semarang.
Salasiwa, H. K. (2021). Analisis Kemampuan Berpikir Geometri Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika. (skripsi). Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.
Sudihartinih, E., & Wahyudin. (2019). The van hiele levels of geometric of students in first semester reviewed from gender. Journal of Physics: Conference Series, 1280(4), 1-6. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1280/4/042034
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















