Pendekatan Metakognisi Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa Semester IV Mata Kuliah Statistika Matematika

Authors

  • Muchamad Subali Noto Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNSWAGATI
  • Tonah Tonah Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNSWAGATI
  • Ika Wahyuni Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNSWAGATI

DOI:

https://doi.org/10.31941/delta.v2i1.471

Keywords:

Metakognisi, Penalaran Matematis, Statistika Matematika

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi yang bertujuan untuk mengetahui besar peningkatan kemampuan penalaran matematis mahasiswa dengan pendekatan metakognisi pada mata kuliah statistika matematika, mengetahui besar aktivitas yang ditumbuhkan melalui pendekatan metakognisi berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis, serta mengetahui perbedaan kemampuan penalaran matematis dalam pembelajaran dengan pendekatan metakognisi dengan
pembelajaran ekspositori. Instrumen penelitian meliputi Silabus, SAP, lembar pengamatan aktivitas dan lembar kerja mahasiswa. Data diolah dengan deskriptif, uji gain, analisis uji perbedaan independent sample t test dan uji regresi. Hasil menunjukkan besarnya peningkatan kemampuan penalaran masuk dalam kategori sedang yaitu sebesar 0,32. Pengaruh aktivitas mahasiswa dalam pembelajaran dengan pendekatan metakognisi terhadap kemampuan penalaran matematis mahasiswa pada mata kuliah statistika matematika adalah sebesar 77% dengan persamaan regresinya Yˆ= -26,729 + 0,835X1. Kemampuan penalaran matematis untuk kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran ekspositori.

References

Banks, J.A. 1977. Teaching Strategies for the Social Studies: Inquiry and Deision-Making2th. Philiphina: Addition-Wesley Publishing Company.

Granados, R. 2000. Constructing Intersubjectivity in Representational Design Activities. Journal of Mathematical Behavior, Vol. 19(4), 503-530.

Hake, R. R. 1998. Interactive-engagement vs traditional methods: A sixthousandstudent survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, Vol. 66, 64-74.

Hiebert, J. 2006. Does Eight-Grade Mathematucs Teaching in The United States Align With the

NCTM Standards? Result From the TIMMS 1995 and 1999 Video Studies. Journal for Research in Mathematics Education. Vol. 37. No. 1, 5-32.

Joyce, B. and Weil, M. 2000. Models of Teaching. Massachussetts: Allyn and Bacon Publishing Company.

Kuntjojo. 2009. Metakognisi dan Keberhasian Belajar Peserta Didik. http://ebekunt.wordpress.com/2009/04/12/metakognisi-dankeberhasilan-belajar-peserta-didik/. Diakses pada 14 Agustus 2009.

Kusumah, Y. S. 1986. Logika Matematika Elementer. Bandung: PT Tarsito.

Muisman. 2002. “Metakognisi”, Bab II Kajian Pustaka, 24-26. http://www.demandiri.or.id/file/muisman. Diakses pada 10 Agustus 2009.

National Council of Teacher Mathematics. (2000). Principles and Standards

for Schools Mathematics. USA: Reston. V.A.

Sumarno, U (2005). Pengembangan Berfikir Matematik Tingkat Tinggi Siswa SLTP dan SMU serta Mahasiswa Strata Satu (S1) Melalui Berbagai Pendekatan Pembelajaran. Laporan Penelitian Hibah Pascasarjana Tahun Ketiga. UPI Bandung.

Uno, H.B. 2009. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Downloads

Published

2017-08-18