HAMBATAN EPISTEMOLOGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR

Authors

  • Nining Sifa Elfiah Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • Hevy Risqi Maharani Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  • M Aminudin Universitas Islam Sultan Agung Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31941/delta.v8i1.887

Keywords:

hambatan epistemologi, penyelesaian masalah

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja hambatan epistemologi siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode pengambilan data meliputi tes, think aloud, dan wawancara. Subjek dipilih dari kelas VIIIA di MTs NU 1 Warureja dimana metode pencarian subjek dilakukan dengan metode tes. Kemudian dipilih tiga siswa yang memiliki hambatan epistemologi dan komunikatif untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode think aloud dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan konseptual terjadi dikarenakan ketiga subjek belum dapat menganalisa konsep soal yang diberikan dan rasa malas yang dialaminya untuk menuliskan rumus yang diperlukan. Hambatan prosedural terjadi ketiga subjek belum mampu mengenali kondisi yang diberikan oleh suatu konsep. Hambatan teknik operasional terjadi dikarenakan ketiga subjek masih kurang cermat dan teliti dalam menjawab suatu permasalahan.

References

Brousseau. (2002). Theory of Didactical Situation in Mathematics. Dordrecth : Kluwer Academia Publisher.

Dedy, E., & Sumiaty, E. (2017). Desain didaktis bahan ajar matematika smp berbasis learning obstacle dan learning trajectory. Jurnal Review Pembelajaran Matematika, 2(1), 69-80.

Hanafi. (2015). Desain didaktis pembelajaran matematika untuk mengatasi hambatan epistemologis pada konsep limit fungsi aljabar. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.

Hayati, I. N. (2009). Implementasi pembelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching sebagai upaya meningkatkan kemandirian belajar matematika dan hasil belajar matematika untuk pokok bahasan kesebangunan pada siswa kelas IX-I SMP Negeri 1 Pacitan. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Kastolan, dkk. (1992). Identifikasi jenis-jenis kesalahan menyelesaikan soal-soal matematika yang dilakukan siswa kelas II program A1 SMA negeri se-kotamadya Malang. Malang: IKIP Malang.

Maharani, H. R., Sukestiyarno, Y. L., Waluya, St. B., & Mulyono. (2018). Alternative technique for assessing mathematical creative thinking in geometry based on information processing taxonomy model. International Conference on Science and Education and Technology 2018, 247, 228-232.

Rasmania, Sugiatno, & Suratman, D. (2018). Hambatan epistemologis siswa dalam menentukan domain dan range fungsi kuadrat di sekolah menengah atas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(7), 1-9.

Sears, R. (2018). The implications of pacing guide on the development of students ability to prove in geometry. International Electronic Journal of Mathematics Education, 13(3), 171-183.

Setiawati, E. (2011). Hambatan epistemologi (epistemological obstacles) dalam persamaan kuadrat pada siswa madrasah aliyah. Building the Nation Character through Humanistic Mathematics Education: Proceeding International Seminar and the Fourth National Conference on Mathematics Education. Diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, UNY.

Xiao, K., & Kenan, F. (2018). Seeing and the ability to see: a framework for viewing geometric cube problems. International Electronic Journal of Mathematics Education, 13(2), 57-60.

Published

2020-02-07