ETNOMATEMATIKA PADA TABUT BANSAL KOTA BENGKULU DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DI SMP
DOI:
https://doi.org/10.31941/delta.v8i1.978Keywords:
Bengkulu, Etnomatematika, TabutAbstract
Tradisi tabut merupakan upacara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat kota Bengkulu tiap tahunnya. Tabut sendiri merupakan alat upacara adat berupa tugu yang melambangkan peti berbentuk memanjang keatas, terbuat dari kayu dan triplek serta dekorasi unik yang khas. Penelitian pada karya ilmiah ini bertujuan untuk menemukan aspek kegiatan matematika yang terkandung dari proses pembuatan tabut, seperti mengukur, dan menjelaskan. Selanjutnya adalah mengkaji lebih dalam nilai-nilai yang menjadi dasar aturan pembuatan tabut. Tujuan selanjutnya adalah melihat implementasi dari tabut pada pembelajaran matematika sekolah menengah pertama (SMP) materi kesebangunan dan kekongruenan. Latar belakang dilaksanakan penelitian ini adalah tradisi tabut merupakan upacara adat tahunan yang paling ditunggu oleh masyarakat kota bengkulu, serta saat pelaksanaan tabut banyak sekali pendatang yang datang dari seluruh Indonesia maupun manca negara, untuk menyaksikan rangkaian tradisi Tabut di kota Bengkulu, selain itu bentuk tabot yang unik menyerupai tugu yang memanjang keatas, dasarnya berbentuk persegi yang semakin tinggi semakin kecil pula perseginya. Selain itu penelitian mengenai etnomatematika pada tabut belum ada sehingga penelitian ini bisa bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca mengenai etnomatematika pada tabot. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat interpretatif subjektif serta menekankan pada penciptaan makna. Hasil dari penelitian ini diharapkan didapatkan unsur kegiatan fundamental matematika yang digunakan dalam pembuatan tabut, serta kaitan dari nilai-nilai aturan pembuatan tabot dengan implementasinya pada pembelajaran matematika materi kesebanguanan dan kekongrunenan SMP.References
Afrilizo, Cecep.2019. Ternyata Bukan Tabot-Sejarah dan Prosesi Tabut di Bengkulu.Youtube: Bengkulu.36 menit.
Astuti, Linda.2016.Pemaknaan Pesan Pada Upacara Ritual Tabot. Jurnal Profesional FIS UNIVED Volume 3: Bengkulu. Diakses tanggal 17 September 2019 https://jurnal.unived.ac.id/index.php/prof/article/view/289/276
Halaman 16-24.
Fahrenza, Rocky.2019.Proses Pembuatan Tabut Bansal dan Maknanya. Wawancara via telepon dan chatting pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2019
Fajriyah, Euis.2018. Peran Etnomatematika Terkait Konsep Matematika dalam Mendukung Literasi. Prisma: semarang. Diakses tanggal 17 September 2019 https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/19589/9497 Halaman 114-119.
Gumay, Suplahan.2011.Tradisi Tabot Sebagai Medium Pemersatu Masyarakat
Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. repostory UNIB: Bengkulu. Diakses tanggal 3 September 2019, 19.15. http://repository.unib.ac.id/140/1/7Akses%20Vol%208%20no1.pdf
Halaman 82-90.
Naasir, dkk.2018.Identifikasi Etnomatematika Batik Basurek Bengkulu Sebagai Media dan Alat Peraga Penyampaian Konsep Kesebangunan dan Kekongruenan. Wahana Didadika volume 16: Bengkulu. Diakses tanggal 17 September 2019.
https://jurnal.univpgripalembang.ac.id/index.php/didaktika/article/view/2103/19 98 Halaman 267-275.
Nugraha, Ben.2016.Dokumenter Tabot Bengkulu.Youtube: Bengkulu. 24 menit.
https://www.youtube.com/watch?v=GzdzmP9f4Kk
Susanto, Heru.2018.Proses Pembuatan Tabot Imam Senggolo.Youtube:Bengkulu.11menit.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















