Pengaruh Kepadatan Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Sistem Transportasi Tertutup

The Effect of Stocking Density on The Survival Rate of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fingerlings in a Closed Transportation System

Authors

  • Leony Putwie Maudina Sova Universitas Dr Soetomo, Fakultas Pertanian, Budidaya Perairan, Surabaya
  • Nurul Hayati Universitas Dr. Soetomo
  • Didik Budiyanto Universitas Dr. Soetomo

Abstract

Kepadatan tebar yang tinggi dapat mempercepat penurunan kualitas air selama transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan tebar terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila (Oreochromis niloticus) selama transportasi tertutup selama empat jam serta menentukan kepadatan yang paling sesuai. Penelitian menggunakan empat perlakuan kepadatan, yaitu 60, 70, 80, dan 90 ekor per wadah dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup benih serta kualitas air yang terdiri dari suhu, pH, dan oksigen terlarut sebelum dan sesudah transportasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA yang dilanjutkan dengan uji BNT. Kelangsungan hidup benih ikan nila pada kepadatan 60 dan 70 ekor per wadah tercatat sebesar 100%, sedangkan pada kepadatan 80 ekor sebesar 97.80% dan pada kepadatan 90 ekor sebesar 92.40%. Selama proses transportasi terjadi perubahan kualitas air yang ditandai dengan peningkatan suhu dari kisaran 25–26 °C menjadi 28–30 °C, penurunan pH dari 6.83–7.07 menjadi 6.22–6.56, serta penurunan oksigen terlarut dari 7.7–7.9 mg/L menjadi 7.0 mg/L pada kepadatan 60 ekor, 6.5 mg/L pada 70 ekor, 6.0 mg/L pada 80 ekor, dan 5.5 mg/L pada 90 ekor. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kelangsungan hidup seiring dengan peningkatan kepadatan selama transportasi tertutup. Berdasarkan hasil tersebut, kepadatan 60–70 ekor per wadah masih mampu mempertahankan kelangsungan hidup benih secara optimal selama transportasi.

Published

2026-04-08