UJI KANDUNGAN FLAVONOID PADA EKSTRAK KULIT DAN DAGING KENTANG SECARA KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Authors

  • Andre Kurniawan Universitas Ngudi Waluyo Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v1i01.2024

Abstract

Latar bekalang : Kentang merupakan tanaman sayuran yang berumur pendek yang mempunyai senyawa kimia yang terkandung didalamnya yakni aktivitas antioksidan seperti vitamin C dan flavonoid. aktivitas antioksidan mengandung flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa pada darah yang mampu menghambat penyakit terjadinya diabetes.

Tujuan : Ekstrak kulit dan daging kentang memiliki potensi terhadap antioksidan sebagai kandidat antidiabetes

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk menganalisa kandungan flavanoid pada ekstrak kulit kentang dan ekstrak daging kentang secara kualitaif dan kuantitatif. Identifikasi kandungan flavonoid secara kualitatif menggunakan  kromatografi lapis tipis dan kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan pembanding sebagai kuersetin

Hasil : Hasil penelitian Kromatografi Lapis Tipis (KLT) pada ekstrak kulit dan daging kentang (Solanum tuberosum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid dengan nilai Rf yang sama pembanding kuersetin yaitu Rf 0,68. Hasil pengujian Spektrofotometer UV-Vis diperoleh hasil total kadar flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kulit kentang sebesar 91,33 µg qe/ml dan ekstrak daging kentang sebesar 41,33 µg qe/ml.

Kesimpulan : Berdasarkan hasil pengujian KLT dan Spektrofotometer UV-Vis,  ekstrak kulit kentang memiliki kandungan flavonoid yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak daging kentang yang dapat digunakan sebagai kandidat antioksidan sebagai pengobatan antidiabetes

 

Kata kunci: : Kentang (Solanum tuberosum L)1, Kromatogafi Lapis Tipis 2, Spektrofotometri UV-Vis3

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amielia S. Devi. 2014. Aktivitas Antioksidan Bolu Kuhts Dengan Penambahan Tepung Biji Kiwi (Artocapus communis) dan Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) Pada Konsentrasi Berbeda. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Brown CR, Durst RW, Wrolstad R, De Jong W. 2008. Variability of phytonutrient content of potato in relation to growing location and cooking method.

Chang C. Yang M, Wen Hand dan Chern, J. 2002. Estimation of Total Flavonoid Content in Propolis by Two Complementary Colorimetric Methods, Journal of Food Drug Analysis. 10(3) : 178-182

Harborne J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Terbitan kedua. Penerbit ITB. Bandung.

Jagtap, U.B. and Bapat, V.A. 2010. Artocarpus: A review of its traditional uses, phytochemistry and pharmacology. Journal of Ethnopharmacology, 129 pp.142–166.

Marianne, Yuandani and Rosnani. 2011. Antidiabetic Activity From Ethanol Extract Of Kluwih’s Leaf (Artocarpus camansi). Jurnal Natural, 11(2) pp.64- 68.

Schieber A., Saldana, M. D. A. 2009. Potato Peels: A Source of Nutritionally and Pharmacologically Interesting Compounds – A Review. Global Science Books. 3(2): 23-9

Winarsi H., Sasongko N. D., Purwanto A., Arinton I. G. and Nuraeni I. 2012. In vitro antioxidant activity of the stem and leaves Amomum cardamomum extracts. International Conference on Medicinal Plants. Purwokerto, 11-13 October.

Yulianti, dian. Susilo, Bambang. Yulianingsih, R. (2014). Influence Of Exraction Time and Ethanol Solvent Concentration To Physical- Chemical Properties Stevia Leaf Extract (Stevia Rebaudian Bertoni M). Using Microwave Assisted Extraction Assisted Extraction, Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 2(1), pp. 35–41.

Published

2022-06-30