EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE GYSSENS DI INSTALASI RAWAT INAP
DOI:
https://doi.org/10.31941/benzena.v2i01.3114Abstract
Latar bekalang : Pneumonia adalah suatu peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri sehingga salah satu terapi yang diberikan yaitu antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan pengobatan kurang efektif. Pemilihan dan penggunaan terapi antibiotik yang bijak pada pasien pneumonia akan menentukan keberhasilan pengobatan dan menghindari terjadinya resistensi bakteri. Metode Gyssen adalah standar untuk evaluasi kualitatif dalam meresepkan antibiotik dengan kelebihan terperinci/jelas dan dapat mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif lebih tepat sehingga akan mencegah terjadinya antibiotika resisten.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia menggunakan metode gyssens di rumah sakit “X” Kabupaten Batang.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan ciri-ciri yang sesuai kriteria inklusi. Sampel yang digunakan yaitu data rekam medik pasien yang terdiagnosa pneumonia dan mendapatkan pengobatan antibiotik, kemudian data dianalisis menggunakan alur diagram Gyssens.
Hasil : Didapatkan 72 pasien dengan diagnosa pneumonia. Sebanyak 58,4% pasien laki-laki dan 41,6% pasien perempuan dengan rentan usia paling tinggi 56-65 tahun. Digunakan 4 macam golongan antibiotik antara lain golongan sefalosporin generasi III (sefrtiakson dan sefotaksim), Fluorokuinolon (levofloksasin), karbapenem ( meropenem) dan penisilin (ampisilin). Didapatkan kategori gyssesn sebanyak 4 kategori antara lain kategori IVa 10%, kategori IIIa 4%, kategori IIIb 11% dan kategori 0 75%.
Kesimpulan : Berdasarkan evaluasi penggunaan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dengan metode gyssens di rumah sakit “x” kabupaten batang periode januari-desember 2022 terdapat 10% kategori IVa (ada antibiotik lain yang lebih efektif), 4% kategori IIIa (penggunaan antibiotik terlalu lama), 11% kategori IIIb (penggunaan antibiotik terlalu singkat) dan 75% kategori 0 (penggunaan antibiotik rasional).
Downloads
References
Dewi, Novia Tunggal. (2014). Kajian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia dengan Metode Gyssens di Balai Kesehatan “X” Surakarta Tahun 2012-2013. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Dinkes Jateng. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. Dinkes Jateng. Semarang.
Dinkes Jateng. (2017). Profil Kesehatan Kabupaten Batang Jawa Tengah Tahun 2017. Dinkes Jateng. Batang.
Faisal F., Burhan E., Aniwidyaningsih W. and Kekalih A., (2014). Penilaian Respons Pengobatan Empiris Pada Pasien Rawat Inap Dengan Pneumonia Komunitas, Jurnal Respirasi Indonesia, 34, 61-67
Kemenkes RI. (2021). Pedoman Penggunaan Antibiotik. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Marsono,Yudha. (2013). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Metode Gyssens Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Dokter Moewardi Surakarta Tahun 2013. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2014). Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Pneumonia Komuniti Di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
Riset Kesehatan Dasar. (2018). Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.
Rusmini, H. (2016). Gambaran Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Metode Gyssens Di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) H. Abdul Moelek Tahun 2015. Jurnal Media Malahayati, 3(2), 61-64.
Utami, P. (2012). Antibiotik Alami untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Jakarta: Agro Media Pustaka.
World Health Organization. (2019). Pneumonia. Fact sheet No. 331.
Downloads
Published
Issue
Section
License
uthors who publish with BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



