REVIEW: PEMANFAATAN TANAMAN JAHE SEBAGAI PENGOBATAN HERBAL UNTUK SAKIT KEPALA
DOI:
https://doi.org/10.31941/benzena.v2i02.3751Abstract
Sakit kepala merupakan suatu gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti setres, mata lelah dan lain sebagainya. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengkonsmsi obat sintetik seperti parasetamol. Namun, penggunaan obat sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Hal ini dapat dihindari dengan menggunakan obat-obatan herbal seperti tanaman jahe (Zingiber officinale). Oleh karena itu, tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tanaman jahe sebagai pengobatan herbal untuk sakit kepala. Topik ini penting dan menarik, karena jahe memiliki kandungan zat gizi dan senyawa kimia aktif yang dapat digunakan dalam pengobatan herbal yang berkhasiat untuk mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit, salah satunya untuk sakit kepala. Metode penelitian ini adalah metode yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode ini memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui database Google Scholar, SINTA, dan Publish or Perish dari tahun 2000-2023 dengan kata kunci “sakit kepala”, “tanaman jahe sebagai obat tradisional”, “tanaman jahe untuk sakit kepala” dan ”jenis tanaman jahe”. Hasil menunjukkan bahwa tanaman jahe dapat digunakan dalam pengobatan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit seperti sakit kepala.
Downloads
References
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Chen, L., & Cai, Z. (2021). The Efficacy of Ginger for the Treatment of Migraine: a Meta-analysis of Randomized Controlled Studies. The American Journal of Emergency Medicine, 46, 567–671.
Farizal, J., Mulyati, L., & Susilawati. (2018). Kompres Jahe Merah Berpengaruh terhadap Penurunan Skala Nyeri Osteoartritis pada Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Delima Tahun 2016. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kesehatan, 5(2), 192–200.
Fitaloka, D. T. (2021). Review : Rimpang Tanaman Jahe (Zingiber officinale) sebagai Analgetik. Universitas Bhakti Kencana.
Hadiyanto, D. K. (2011). Pengaruh Komposisi Media Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Jahe (Zingiber officinale Risc.). Universitas Jember.
Harlis, W. O., Malik, N., & Nufrianti. (2018). Efektivitas Ekstrak Rimpang Jahe Putih (Zingiber officinale var . Amarum) sebagai Antifertilitas terhadap Kebuntingan Mencit (Mus musculus L.) Tahap Praimplantasi. Biowallacea, 5(1), 761–772.
Hartono, S. H. (2021). Manfaat Jahe, Obat Herbal Mengatasi Sakit Kepala secara Instan. Grid Health.Id. https://health.grid.id/amp/352749075/manfaat-jahe-obat-herbal-mengatasi-sakit-kepala-secara-instan?page=2
Haryani, S., Tandy, V., Vania, A., & Barus, J. (2018). Penatalaksanaan Nyeri Kepala pada Layanan Primer. Callosum Neurology Journal, 1(3), 83–90.
Herawati, I. E., & Saptarini, N. M. (2019). Studi Fitokimia pada Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe Var. Sunti Val). Majalah Farmasetika, 4(1), 22–27.
Hidayati, H. B., & Kustriyani, A. (2020). Paracetamol, Migranie , and Medication Overuse Headache (MOH). Journal of Pain Headache and Vertigo, 1, 42–47. https://doi.org/10.21776/ub.jphv.2020.001.02.5
Junaidi, I. (2011). Stroke Waspadai Ancamannya. PT. Andi.
Kaban, A. N., Tarigan, D., & Saleh, C. (2016). Uji Fitokimia, Toksisitas, dan Aktivitas Antioksidan Fraksi n-heksan dan Etil Asetat terhadap Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum). Jurnal Kimia Mulawarman, 14(1), 24–28.
Lahamendu, B., Bodhi, W., & Siampa, J. P. (2019). Uji Efek Analgesik Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Putih (Zingiber officinale Rosc. var. Amarum) pada Tikus Putih Jantan. Pharmacon, 8(4), 928–935.
Mantiri, N. C., Awaloei, H., & Posangi, J. (2013). Perbandingan Efek Analgesik Perasan Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum Thelaide) dengan Aspirin Dosis Terapi pada Mencit (Mus musculus). Jurnal E-Biomedik, 1(1), 518–523.
Nana, Makiyah, Y. S., Susanti, E., Ramadhan, I. R., Bhinekas, Y., & Kanti, L. (2021). Budidaya dan Pengolahan Jahe Merah (Zingiber officinale var . rubrum) Menggunakan Teknologi Bag Culture pada Masa New Normal di Desa Darmaraja Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 584–593.
Nazir, M. (2014). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Olesen, J. (2018). The International Classification of Headache Disorders , 3rd edition. Cephalalgia, 38(1), 1–211. https://doi.org/10.1177/0333102417738202
Pane, M. H., Rahman, A. O., & Ayudia, E. I. (2020). Gambaran Penggunaan Obat Herbal pada Masyarakat Indonesia dan Interaksinya Terhadap Obat Konvensional Tahun 2020. JOMS, 1(1).
Rizolli, P., & Mullally, W. J. (2018). Headache. Am J Med, 131(1), 17–24.
Sari, D., & Nasuha, A. (2021). Kandungan Zat Gizi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe (Zingiber officinale Rosc.): Review. Journal of Biological Science, 1(2), 11–18.
Sholehuddin, M., Santoso, H., & Syauqi, A. (2018). Rebusan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var Rubrum) – Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) sebagai Jamu Peluruh Urin. E-Jurnal Ilmiah Sains Alami, 1(1), 57–64.
Sulistyaningsih, T., Harjunowibowo, D., Wulandari, R., Ulfana, A. R., Putri, I. R., Rahmawati, A. W., & Rindiani, F. A. (2023). Tanaman Herbal (Jahe, Katuk). Tahta Media Group.
Susila, A. H., SUmarno, & Dewi, D. S. (2014). Efek Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) terhadap Penurunan Tanda Inflamasi Eritema pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar dengan Luka Bakar Derajat II. Majalah Kesehatan FKUB, 1(4), 214–222.
Syaputri, E. R., Selaras, G. H., & Farma, S. A. (2021). Manfaat Tanaman Jahe (Zingiber officinale) sebagai Obat-Obatan Tradisional (Traditional Medicine). Prosiding Semnas Bio, 1, 579–586.
Triyono, K., & Sumarmi. (2018). Budidaya Tanaman Jahe di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo Kab. Karanganyar Provinsi Jawa Tengah. Adiwdya, 2(2), 1–9.
WHO. (2016). Headache Disorders: Fact Sheets. https://who.int/news-room/factsheets/detail/headache-disorders
Downloads
Published
Issue
Section
License
uthors who publish with BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



