GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KRAPYAK KIDUL PERIODE DESEMBER 2023

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v3i01.4324

Abstract

Latar bekalang: Hipertensi merupakan gabungan dari istilah “hiper” (lebih) dan “ketegangan” (tekanan), yakni tekanan darah di arteri yang mingkat. Tekanan sistolik 140 mmHg atau tekanan diastolik 90 mmHg dianggap hipertensi. Kepatuhan minum obat adalah suatu perilaku dalam menyelesaikan menelan obat sesuai dengan jadwal dan dosis obat yang telah dianjurkan.

Tujuan :Penelitian bertujuan untuk mengetahui Tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat secara teratur.

Metode: Jenis penelitian ini adalah retro deskriptif obervasional. Penelitian ini dilakukan pada periode Prolanis bulan Desember 2023 di Puskesmas Krapyak kidul Kota Pekalongan. Sampel penelitian ini adalah pasien pronalis dengan penyakit hipertensi rawat jalan yang berobat di Puskesmas Krapyak kidul Kota Pekalongan.

Hasil: Mayoritas pasien hipertensi di puskesmas krapyak kidul adalah perempuan dengan presentase 60%. Rentang umur pasien yang banyak mengalami hipertensi yaitu kategori lansia usia 56 – 65 tahun sebesar 50%. Hasil analisis pengaruh Pendidikan terhadap kepatuhan minum obat yaitu responden pasien dengan pendidikan lebih dari 9 tahun berpotensi 5 kali lebih besar patuh dalam mengkonsumsi obat. Tingkat kepatuhan pasien hipertensi dalam mengonsumsi obat secara teratur dengan status hipertensi terkontrol dengan presentase 75%, dan tingkat kepatuhan yang tinggi sebanyak 40%. Dua jenis terapi pada pasein hipertensi yang digunakan yaitu monoterapi dan kombinasi terapi. Adapun obat hipertensi pada monoterapi menggunakan Amlodipin dengan persentase sebesar 90%. Pada kombinasi terapi menggunakan obat Amlodipin dan Hidroklorotiazid sebesar 50%.

Kesimpulan: Pasien hipertensi puskesmas Krapyak kidul patuh dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur dengan tingkat kepatuhan sangat tinggi dan tinggi sebesr 45%, dan persentase pasien dengan status hipertensi terkontrol sebesar 75%.

 

Kata kunci: ACEI; amlodipin; bisaprolol; hipertensi; pasien; puskesmas

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Reyna - Ariskha, D3 farmasi universitas Pekalongan

Prodi D3 farmasi universitas Pekalongan

References

Addo, J., et al. (2012). A review of population-based studies on hypertension in Ghana. Ghana Medical Journal, 46(Suppl 2), 4-11.

Aeran, H., et al. (2015). Taste Perception: A Matter of Sensation. International Journal of Oral Health Dentistry, 1(2), 88-93.

Aguiar, P. M., et al. (2012). Pharmaceutical care program for elderly patients with uncontrolled hypertension. Journal of the American Pharmacists Association, 52(4), 515-518.

Ahmad, A., & Oparil, S. (2017). Hypertension in Women: Recent Advances and Lingering Questions. Hypertension, 70, 19-26.

Arifa, A. F. C. (2018). Pengaruh Informasi Pelayanan Prolanis dan Kesesuaian Waktu Terhadap Pemanfaatan Prolanis di pusat Layanan Kesehatan Unair. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 6(2), 95-102.

Babatsikou, F., & Zavitsanou, A. (2010). Epidemiology of hypertension in the elderly. Health Science Journal, 4(1), 24-30.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta.

Baig, M. M., & GholamHosseini, H. (2013). A remote monitoring system with early diagnosis of hypertension and hypotension. In 2013 IEEE Point-of-Care Healthcare Technologies (PHT) (pp. 34-37). IEEE.

Bolivar, J. J. (2013). Essential Hypertension: An Approach to Its Etiology and Neurogenic Pathophysiology. International Journal of Hypertension, 1-11.

Dawes, M. G., et al. (2010). The effect of a patient education booklet and BP "tracker" on knowledge about hypertension: A randomized controlled trial. Family Practice, 27(5), 472-478.

DeGuire, J., et al. (2019). Blood Pressure and Hypertension. Health Reports, 30(2), 14-21.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. (2018). Profil Kesehatan Kabupaten Jombang Tahun 2017. Jombang.

Fukunaga, A., Uematsu, H., & Sugimoto, K. (2005). Influences of Aging on Taste Perception and Oral Somatic Sensation. Journal of Gerontology, 60(1), 109-113.

Galindo, M. M., et al. (2012). Taste Preference. In Recent Advances in Nutrigenetics and Nutrigenomics.

Departemen Kesehatan RI. (2006). Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Saseen, J. J., & Carter, B. L. (2005). Hypertension in Pharmacotherapy: A Pathophysiological Approach (6th Ed.). In Joseph T. DiPiro (Ed.), McGraw Hill.

Egan, et al. (2012). Initial monotherapy and Combination therapy and hypertension Control the first year. Journal of hypertension, 59, 1124-1131.

Muhadi. (2016). JNC 8: Evidence-based Guideline Penanganan Pasien Hipertensi Dewasa. Divisi kardiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCipto Mangunkusumo. Jakarta.

Suprapti, B., et al. (2014). Permasalahan terkait Obat antihipertensi pada pasien usia lanjut Di poli geriatri RSUD Dr Sutomo Surabaya. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 1, 36-41.

Widowati, U. (2015, May 14). 10 Penyakit Paling Mematikan Di Indonesia. CNN Indonesia. Retrieved from link

Beevers, D., et al. (2007). ABC of hypertension (5th ed.). Oxford, UK: Blackwell Publishing Ltd.

Beevers, D. G. (2008). Tekanan darah. Jakarta: Dian Rakyat.

Depkes RI. (2008). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Jakarta: Depkes.

Widharto. (2007). Bahaya hipertensi. Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka.

Wolff, H. P. (2008). Hipertensi, cara mendeteksi dan Mencegah tekanan darah tinggi sejak dini. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.

Published

2024-07-01