PENETAPAN KADAR FLAVONOID REBUSAN DAN SEDUHAN DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Authors

  • Bryan Dwi Multi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Alip Desi Suyono Saputri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Muhammad Sa'ad Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v3i01.4425

Abstract

Latar bekalang :  Banyak penduduk Indonesia yang menggunakan tanaman obat atau jamu baik untuk menjaga kesehatan maupun untuk pengobatan karena sakit. Salah satu tanaman obat yang sering dikonsumsi oleh masyarakat yaitu tanaman tapak liman (Elephantopus scaber). Tanaman Tapak liman (Elephantopus scaber) diketahui mempunyai kandungan flavonoid yang cukup tinggi. Masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi tanaman obat menggunakan cara direbus dan diseduh.

Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid tertinggi pada dua metode ekstraksi (rebusan dan seduhan) menggunakan Spektrofotometri UV-Vis.

Metode:Metode penelitian ini berupa metode eksperimental. Uji kualitatif dilakukan dengan uji KLT dan menghasilkan bercak dibandingkan dengan standar kuersetin. Uji kuantitatif dilakukan dengan penetapan kadar flavonoid total rebusan dan seduhan simplisia daun tapak liman dengan Spektrofotometri UV-Vis.

Hasil: Hasil penetapan kadar flavonoid total didapatkan sebesar 2,448 ± 0,1597 mgQE/100ml dengan %KV 0,65 pada metode rebusan. Pada seduhan simplisia daun tapak liman kadar yang diperoleh sebesar 0,531 ± 0,0096 mgQE/100ml dengan %KV 1,81. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi dari perbedaan kadar flavonoid (p value 0,000 < 0,05).

Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini terdapat perbedaan kadar flavonoid yang signifikan antara rebusan dan seduhan daun tapak liman. Metode rebusan memiliki kandungan flavonoid lebih besar dibanding metode seduhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Bryan Dwi Multi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Program Studi DIII Farmasi

Alip Desi Suyono Saputri, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Program Studi DIII Farmasi

Muhammad Sa'ad, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Program Studi DIII Farmasi

References

Alfaridz, F., & Amalia, R. (2018). Review Jurnal: Klasifikasi dan Aktivitas Farmakologi dari Senyawa Aktif Flavonoid. Farmaka, 16(3), 1–9. https://doi.org/10.24198/jf.v16i3.17283.g8932

Aminah, A., Tomayahu, N., & Abidin, Z. (2017). Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana mill.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 4(2), 226–230.https://doi.org/10.33096/jffi.v4i2.265.

Attasih M, Muhtadi, Pambudi DB, & Sa’ad M. (2024). Determination Of Total Phenolic, Flavonoid Contents, And Antioxidant

Activity Evaluation Of Ethanolic Extract From Plumeria Alba. Journal of Nutraceuticals and Herbal Medicine, 5(1), 14-27. https://doi.org/10.23917/jnhm.v5i1.3700

Diana Febriani, Dina Mulyati, & Endah Rismawati. (2015). Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn). Prosiding Penelitian SPSIA Unisba, 475–480.

Fadlilaturrahmah, F., Wathan, N., Firdaus, A. R., & Arishandi, S. (2020). Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Kadar Flavonoid Daun Kareho (Callicarpa longifolia Lam). Pharma Xplore: Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(1), 23–33. https://doi.org/10.36805/jpx.v5i1.977

Fahmi, N., Herdiana, I., & Rubiyanti, R. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Daun Pulutan (Urena lobata L.). Media Informasi, 15(2), 165–169. https://doi.org/10.37160/bmi.v15i2.433

Indrisari, A. (2021). Penetapan Kadar Flavonoid Total Rebusan Dan Seduhan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. https://librepo.stikesnas.ac.id/id/eprint/541

Ipang Djunarko, Felysiana Dasilva Anggal, Esteria Ayu Wulandari Suganto, K.A., & Mardiana Rahayuningsih, Florentina Galuh Ivanka, Kasilda Carolida Sebo Wea, L. S. U. (2022). Daun Sirsak (Annona muricata l.) Sebagai Antihiperglikemik. Jurnal Farmasetis, 11(1), 7-22.

Puspitasari, A., & Prayogo, L. (2016). Pengaruh Waktu Perebusan terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Kersen (Muntinga calabura). Inovasi Teknik Kimia, 1(2), 104–108. http://dx.doi.org/10.31942/inteka.v1i2.1657

Putri, O. (2018). Kadar Fenolik Total dan Flavonoid Total Seduhan Daun Tin (Ficus carica) Segar dan Kering dengan Air Mendidih. JC-T (Journal Cis- Trans): Jurnal Kimia Dan Terapannya, 2(2), 7–12. https://doi.org/10.17977/um026v2i22018p007

Sa’ad, M., Saputri, ADS., Rahmawati, S. (2023). Penetapan Kadar Flavonoid dan Fenolik Ekstrak Etanol Kasar dan Terpurifikasi Herba Suruhan (Peperomia pellucida). Jurnal Farmasetis. 12(4), 441-448. https://doi.org/10.32583/far.v12i4.1650

Sholikah, T. A., Wulandari, S., Ariesta, I., Arif, M., Hakim, R., & Hafizhan, M. (2019). Efek Antidiabetik Ekstrak Tumbuhan Tapak Liman (Elephantopus scaber L) Pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Model Diabetes Mellitus. Original Article, Dm, 1–13. https://doi.org/10.20885/JKKI.Vol11.Iss2.art10

Siswarni MZ, Yusrina Ika Putri, & Rizka Rinda P. (2017). Ekstraksi Kuersetin Dari Kulit Terong Belanda (Solanum betaceum cav.) Menggunakan Pelarut Etanol Dengan Metode Maserasi dan Sokletasi. Jurnal Teknik Kimia USU, 6(1), 36–42. https://doi.org/10.32734/jtk.v6i1.1563

Tehubijuluw, H., Watuguly, T., & Tuapattinaya, P. M.(2019). Analisis Kadar Flavonoid Pada Teh Daun Lamun (Enhalus ccoroides) Berdasarkan Tingkat Ketuaan Daun. Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan Dan Terapan, 5(1),1–7. https://doi.org/10.30598/biopendixvoil5issuei1pagei1-7

Yulianti, R., Dahlia, A. A., & Ahmad, A. R. (2016). Penetapan Kadar Flavonoid Total Dari Ekstrak Etanolik Daun Benalu Mangga (Dendrophthoe pentandra L.Miq). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 1(1), 14–17. https://doi.org/10.33096/jffi.v1i1.195

Yustiani, Y. M., Sigalingging, D. A., Fitranandia, H., Indriyani, N., (2019) Studi, P., Lingkungan, T. Kajian Mengeinai Kontaminasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 21(1), 55-60. https://doi.org/10.23969/infomatek.v21i1.1613

Downloads

Published

2024-07-01