UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK INFUS DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa Apus Kruz.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON

Authors

  • Tri Nur Azizah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal http://orcid.org/0009-0008-6189-6134
  • Priya Cyntia Agustin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
  • Rose Malinda Andamari Wahyu Utami Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v3i01.4623

Abstract

Tanaman Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.)  merupakan tanaman yang secara empiris dapat digunakan oleh masyarakat sebagai obat antiinflamasi, antidiabetes, dan antioksidan. Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, steroid, tanin dan saponin yang berpotensi untuk digunakan sebagai antipiretik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh aktivitas antipiretik infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) pada mencit putih jantan (Mus Musculus) yang diinduksi pepton. Penelitian ini menggunakan metode rancangan pra eksperimen (pra eksperimental desings) berupa static group comparison yaitu sampel telah dirandomisasi baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (paracetamol), dan kelompok uji yaitu pemberian infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.). Setiap hewan uji diinduksi larutan pepton steril 10% dengan dosis 1 ml/Kg BB secara subkutan, munculnya demam terjadi setelah 30 menit pemberian induktor, pengukuran suhu rektal dilakukan setiap interval waktu 30 menit hingga waktu ke 120 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Pengujian diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Shapiro- Wilk. Data yang sudah berdistribusi homogen dan normal kemudian diuji menggunakan uji parametrik One Way ANOVA kemudian dilanjutkan analisa LSD Post Hoc. Dari hasil uji tersebut menunjukkan bahwa Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) memiliki efektivitas antipiretik sebanding dengan kontrol positif paracetamol dengan hasil data ANOVA (p<0,05). Kesimpulannya infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) memiliki aktivitas antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan (Mus Musculus).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anief, M., 1996, Penggolongan Obat Berdasarkan Khasiat Dan Penggunaan, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Anonim, 2014, Farmakope Indonesia, Edisi V, 63-64, 620-621, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Anonim, 2020, Farmakope Indonesia, Edisi VI, 1359-1360, 2209-2210, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Amri, M. S., 2020, Uji Efektivitas Ekstrak Etanol 70% Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus) Sebagai Antipiretik Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus), Galur Deutschland Denken Yoken Yang Diinduksi Pepton 5%, Skripsi, Program Studi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah, Tangerang.

Darwanto, Agus, Wulandari, Silvi Fatika, Ningrum, Dwi Setya, & Febriani, Mila., 2022, Keajaiban Daun Bambu Untuk Mengobati Luka Hingga Tumor Dan Kanker, 33-36, Jejak Pustaka, Yogyakarta.

Darwanto A., & Irawan, N. M. S., 2022, Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Pasien Dalam Pengobatan Swamedikasi Obat Antipiretik Di Apotek Kota Samarinda.

Fadilah, N. N., Nofriyaldi, A., & Agustine, S., 2022. Antipyretic Activity Test Rambutan Seed Infusion (Nephelium Lappaceum L.) On Male White Mice (Mus Musculus). 13(2).

Fajaryanti, N., & Dewi, M. 2020, Formulasi Tablet Ekstrak Daun Bidara Sebagai Antipiretik Melalui Variasi Bahan Pengisi. 9(2).

Hafsah, H., Nur, S., & Alang, H., 2022, Tumbuhan Antipiretik Sebagai Upaya Swamedikasi Demam Masyarakat Suku Mandar, Campalagian, Kabupaten Polman. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(3), 404–411.

Kartikawati, E., 2022, Uji Efek Analgetik Ekstrak Daun Afrika (Vernonia Amygdalina.D) Pada Mencit Jantan Putih Galur Swiss Webster. Jurnal Sabdariffarma, 9(2), 8–14.

Kurnia, B., 2020, Tatalaksana Demam Pada Anak. Cermin Dunia Kedokteran, 47(11), 698.

Lestari G., 2021, Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sirup Ekstrak Daun Bidara Arab (Ziziphus Mauritiana Lam) Sebagai Antipiretik Terhadap Mencit (Mus musculus). J Ilm Pharm, 7(2).

Made Ayu Nadine Indira Surya, Gusti Ayu Artini, & Desak Ketut Ernawati., 2018, Pola Penggunaan Parasetamol Atau Ibuprofen Sebagai Obat, Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 3.

Noer S, Pratiwi RD, & Gresinta E., 2018, Penetapan Kadar Senyawa Fitokimia (Tanin, Saponin dan Flavonoid) sebagai Kuersetin Pada Ekstrak Daun Inggu (Ruta angustifolia L.). J Eksakta, 18(1).

Pradana, R., 2023, Uji Efek Antipiretik Infusa Daun Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Terhadap Mencit Putih Jantan, Skripsi, Falkutas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Jurusan Farmasi Universitas Jambi, Jambi.

Sinaga, S. L. L., 2018, Uji Efek Antipiretik Infus Daun Sambiloto (Andrographis Paniculata) Pada Merpati Dengan Paracetamol Sebagai Pembanding, Skripsi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan, Jurusan Farmasi.

Sujana, D., Hasyim, D. M., Ramdani, H. T., Nurin, S., Yuliasari, S., & Arismawati, M. (2021). Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Pada Mencit. 6(2).

Sujarwanta, A., & Zen, S., 2022, Kajian Jenis Bambu Untuk Pengobatan Malaria Berdasarkan Aktivitas Farmakologis. Jurnal Universitas Muhammadiyah Metro, Kota Metro, Indonesia, 4.

Sulistyarini, I., 2020. Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Batang Buah Naga (Hylocereus polyrhizus).

Zain, D. N., Pebiansyah, A., & Aprilia, A. Y. (2021). Aktivitas Nefroprotektif Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Terhadap Tikus Yang Diinduksi Parasetamol. Pharmacoscript, 4(2), 185–193.

Published

2024-07-01