HUBUNGAN KEPATUHAN DENGAN KEJADIAN ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRS) PADA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BETA-LAKTAM DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN

Penulis

  • Naila Fatina Universitas Pekalongan
  • Musa Fitri Fatkhiya Fakultas Farmasi, Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v3i02.5516

Abstrak

Latar bekalang: Antibiotik beta-laktam merupakan salah satu obat yang paling umum untuk mengatasi infeksi bakteri. Meskipun efektif, penggunaan antibiotik ini dapat menyebabkan Adverse Drug Reactions (ADRs), yang berpotensi mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Ketidakpatuhan dalam penggunaan antibiotik dapat berdampak negatif terhadap hasil terapi, termasuk meningkatnya resiko ADRs.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan dengan kejadian ADRs pada penggunaan antibiotik beta-laktam di RSUD Bendan Kota Pekalongan.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode prospektif (Cohort). Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling, dimana sampel diambil dari pasien rawat jalan yang menggunakan antibiotik beta-laktam di RSUD Bendan Kota Pekalongan periode November. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengisian kuisioner MMAS-8 untuk menilai tingkat kepatuhan pasien serta kuisioner Algoritma Naranjo untuk menilai kejadian ADRs. Setelah pengumpulan data, analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan jenis uji chi-square untuk mengetahui hubungan kepatuhan dengan kejadian ADRs.

Hasil: Hasil penelitian  menunjukkan bahwa terdapat 30 pasien pengguna antibiotik beta-laktam dengan 9 pasien yang mengalami kejadian ADRs. Hasil dari kuisioner Algoritma Naranjo yang didapatkan adalah responden dengan derajat kepastian highly probable 6 responden (20%), probable 3 responden (10%), possible 9 responden (63,3%), dan doubtful 2 responden (6,7%). Bentuk manifestasi kejadian ADRs yang paling banyak ditemukan adalah ruam pada kulit sebanyak 3 responden (33,3%). Sedangkan hasil dari kuisioner  kepatuhan didapatkan responden dengan kategori tinggi 22 responden (73,3%), kategori sedang 8 responden (26,7%), dan kategori rendah 0 %. Hasil analisis hubungan kepatuhan dengan kejadian ADRs pada penggunaan antibiotik beta-laktam didapatkan nilai ρ- value 0,305 > 0,05 yang menunjukkan tidak ada hubungan antara kepatuhan dengan kejadian ADRs pada penggunaan antibiotik beta-laktam.

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kepatuhan dengan kejadian ADRs pada penggunaan antibiotik beta-laktam.

 

     


Kata kunci: ADRs; Antibiotik Beta-Laktam; Kepatuhan

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-31