The Influence Of Knowledge Of Children's Cough Medicine Advertising On Community Self-Medication Behavior At Dahlia 3 Posyandu, Surakarta

Authors

  • Aprillia Chriska Diyanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • retnowati adiningsih sekolah tinggi ilmu kesehatan nasional surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31941/benzena.v5i01.7972

Keywords:

Cough Medicine Advertising; Knowledge; Self-Medication Behavior; Posyandu

Abstract

Background: Self-medication using over-the-counter 

medicines continues to grow in Indonesia, reaching 69.43% 

in 2022. Children's cough medicine advertising in mass 

media is considered one of the factors influencing selfmedication decisions; however, persuasive advertising may 

promote irrational drug selection and contribute to 

medication errors.

Objective: This study aimed to determine the influence of 

knowledge regarding children's cough medicine advertising 

in mass media on community self-medication behavior at 

Dahlia 3 Posyandu, Pucang Sawit Village, Surakarta City.

Method: This study is a descriptive-analytical study using an 

analytical cross-sectional survey design with accidental 

sampling, involving 42 mothers who participated in 

posyandu activities in January 2025. A validated 

questionnaire was used, tested for reliability using KR-20 for 

knowledge (α = 0.809) and Cronbach's Alpha for behavior (α 

= 0.734).

Results: Univariate analysis showed that most respondents 

had good knowledge (90.5%) and negative self-medication 

behavior (57.1%). Normality testing using KolmogorovSmirnov and Shapiro-Wilk indicated non-normal data 

distribution (p = 0.000), thus the median was used as the 

cut-off point. Fisher's Exact Test revealed no significant 

relationship between knowledge and self-medication 

behavior (p = 0.623).

Conclusion: Knowledge of children's cough medicine 

advertising does not directly determine self-medication 

behavior, as behavior is shaped by multiple interacting 

factors including attitudes, personal experience, social 

influence, and advertising persuasiveness.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aryani, F., Aryani, S., & Muharni, S. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan obat gastritis

yang diiklankan di televisi terhadap perilaku swamedikasi masyarakat di apotek

se Kecamatan Bangkinang Kota Provinsi Riau. JFIOnline, 15(2), 114–121.

https://doi.org/10.35617/jfionline.v15i2.138

Auvarda, C., & Irwansyah, I. (2022). Efektivitas iklan pada televisi vs iklan penargetan

ulang sebagai media pengingat di masyarakat. Jurnal Studi Komunikasi, 6(1), 291–

314. https://doi.org/10.25139/jsk.v6i1.3509

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). (2017). Peraturan

Kepala BPOM No. 8 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengawasan Periklanan Obat. BPOM

RI.

Dimara, S., & Margawati, A. (2012). Dampak iklan obat terhadap perilaku konsumsi obat.

Jurnal Kedokteran Diponegoro, 1(1), 138298.

Djembor Sugeng Walujo, Umul Farida, & Istiani Nurmayanti. (2023). Hubungan tingkat

pengetahuan terhadap swamedikasi batuk di Apotek Berlian Kandat Kabupaten

Kediri. JIFS: Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, 3(1), 71–83.

Hafifah, N., & Abidin, Z. (2020). The role of posyandu in improving mother and child

quality health in Sukawening Village communities, Bogor District. Jurnal Pusat

Inovasi Masyarakat, 2(5), 893–900.

Hartati, I., & Utari, F. (2022). Pengaruh iklan obat batuk di televisi terhadap perilaku

swamedikasi pada ibu yang mempunyai balita. Jurnal Kesehatan, 7(1).

Ifalahma, D., Arini, L. D. D., & Yulianti, F. D. (2021). Faktor keaktifan ibu mengikuti

kegiatan posyandu balita. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional

(SIKesNas), 109– 115.

Isnoviana, M., & Yudit, J. (2020). Correlation of working status with the mother's activity

to visits in posyandu. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 9(2), 112–122.

Kim, H. Y. (2017). Catatan statistik untuk peneliti klinis: Uji Chi-kuadrat dan Uji Eksak

Fisher. Kedokteran Gigi Restoratif & Endodontik, 42(2), 152–155.

https://doi.org/10.5395/rde.2017.42.2.152

Kurniasari, S., Fairuz, A., Ramadhani, F., & Nurin, A. (2021). Tingkat pengetahuan

masyarakat Desa Bettet Pamekasan tentang penggunaan obat bebas dan obat

bebas terbatas untuk swamedikasi. Journal of Pharmacy Science and Practice,

8(2), 1–7.

Mujiati, S., Hidayati, I. R., & Atmadani, R. N. (2022). Pengaruh iklan obat batuk pada

media elektronik terhadap pemilihan obat swamedikasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan

Sandi Husada, 11(1), 43–50. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.695

Nadhiroh, L. (2018). Pengaruh iklan obat flu di televisi terhadap pemilihan obat secara

swamedikasi pada masyarakat Desa Deyangan. [Unpublished manuscript].

Neuhäuser, M., & Ruxton, G. D. (2025). Penggunaan yang tepat dari Uji Eksak Fisher

dalam statistik. [Referensi seperti yang dikutip dalam teks sumber].

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Pontoan, J., Maulidda, V., Meila, O., & Musnelina, L. (2024). Media elektronik terhadap

perilaku pemilihan obat di masyarakat. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 4200–4208.

Rismawan, & Kunci. (2013). Pengkategorian perilaku kesehatan berdasarkan ukuran

tendensi sentral. [Reference as cited in source text].

Riyanti, A., & Emelia, R. (2021). Analisis tingkat pengetahuan swamedikasi obat batuk

pada pasien ISPA di Apotek Siaga-24 Cikampek. Jurnal Farmasi dan Ilmu

Kefarmasian, 2(11), 167–186.

Sari, S. D., & Legiran. (2024). Desain cross sectional bagi penelitian bidang kebidanan.

Health of Science, 1(1), 18–25.

Soedibyo, S., Yulianto, A., & Wardhana, W. (2016). Profil penggunaan obat batuk pilek

bebas pada pasien anak di bawah umur 6 tahun. Sari Pediatri, 14(6), 398.

Wolla, M. S., & Widayati, A. (2022). Gambaran pengetahuan masyarakat tentang

swamedikasi demam: Kajian literatur. Majalah Farmaseutik, 18(3), 338.

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v18i3.71851

Yap, B. W. (2011). Perbandingan daya uji Shapiro-Wilk, Kolmogorov-Smirnov, Lilliefors

dan Anderson-Darling. Jurnal Pemodelan dan Analisis Statistik, 2(1), 21–33.

Yusuf, M., Widodo, S., & Irwansyah, A. R. (2021). Analisa tingkat pengetahuan dan

perilaku terhadap penggunaan obat influenza dan batuk secara swamedikasi di

Desa Muara Burnai I. JFL: Jurnal Farmasi Lampung, 9(2), 125–130.

https://doi.org/10.37090/jfl.v9i2.341

Yusup, F. (2018). Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian kuantitatif. Jurnal

Ilmiah Kependidikan, 13(1), 53–59.

Yuwono, M. (2022). Aktivitas Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik.

Downloads

Published

2026-07-29