Enkapsulasi Fermentasi Urine Kambing Dalam Mikrokapsul Kalsium Alginat Dan Polyvinyl Alkohol Sebagai Pupuk Lepas Lambat
Encapsulation of Goat Urine Fermentation in Calcium Alginate and Polyvinyl Alcohol Microcapsules as Slow-Release Fertilizer
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i1.7700Abstract
Pupuk fermentasi urine kambing merupakan salah saatu pupuk cair yang potensial digunakan oleh petani, namun kelemahannya adalah jika hujan pupuk tersebut akan larut terbawa oleh aliran air hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari proses pembuatan enskapsulasi dari fermentasi urine kambing dikembangkan, dimana fementasi urine kambing dilarutkan dengan sodium alginat dan PVA lalu dienkapsulasi ke dalam butiran alginat PVA menggunakan larutan pengikat silang CaSO4 dan CaCl2 serta laju kinetika lepas lambat dipelajari. Setelah butiran alginat dan PVA terbentuk, dilakukan Analisa pengukuran jari jari alginat menggunakan mikroskop digital dan Analisa kadar nitrogen dalam larutan menggunakan spektrofotometer. Enkapsulasi dilakukan dengan menggunakan alginat dan PVA dengan konsentrasi yang sudah ditentukan. Dimana fermentasi urine kambing berhasil dienkapsulasi menggunakan alginat-PVA dengan larutan pengikat silang CaCl2 dan CaSO4 dengan ukuran masing masing 1,16 dan 1,11 mm. Semakin besar konsentrasi sodium alginat PVA maka akan semakin besar kadar urea yang didapatkan, dan laju gelasi alginat PVA dengan CaSO4 jauh lebih lambat dibandingkan dengan CaCl2. Nilai De dan Ke bernilai seragam yaitu sebesar 4.00x10-11 m2/detik dan 3.15 x 10-08 m/detik
Kata kunci: Alginat; Fermentasi Urine Kambing; Kadar Nitrogen; PVA
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















