REPRODUKSI PERAN TRADISIONAL GENDER DALAM BUKU BAHASA INGGRIS SEKOLAH DASAR KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM)
Abstract
Pada masa globalisasi dan perkembangan teknologi informasi serta perubahan status Bahasa Inggris sebagai lingua franca, mengubah arah kebijakan Kurikulum Pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia dengan dikembalikannya pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar yang bertujuan untuk memperkuat identitas multikultural Indonesia. Akan tetapi, identitas multikultural tidak menjamin pendidikan bebas dari ketidakadilan gender baik dalam Bahasa Inggris, materi pembelajaran dan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana identitas gender dikonstruksi melalui representasi visual dalam buku Bahasa Inggris Sekolah Dasar kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI).
Dengan menggunakan pendekatan Feminisme multikultural dan kerangka kerja teori Semiotik Roland Barthes, buku teks Bahasa Inggris Sekolah Dasar terbitkan Kemdikbud RI ditempatkan sebagai sistem penandaan dimana makna peran perempuan dibangun melalui representasi visual yang cenderung patriarkis. Data penelitian ini berbentuk data visual baik berupa ilustrasi gambar di halaman sampul, isi dan halaman belakang buku Bahasa Inggris Sekolah Dasar yang diterbitkan oleh Kemdikbud RI. Dalam penelitian ini, Data visual tersebut dibaca sebagai suatu manifestasi ideologi atau mitos patriarki. Untuk menginterpretasikan data visual tersebut, metode analisis tekstual berupa pembacaan cermat (close reading) dengan menganalisis elemen struktural gambar dan implikasi pemaknaan yang dilahirkan baik makna denotatif maupun konotatif
Penelitian ini menemukan bahwa representasi visual perempuan dalam buku Bahasa Inggris SD merupakan sarana reproduksi peran tradisional gender yang ada dalam masyarakat patriarkis dimana mitos peran perempuan di area domestik lebih dominan daripada laki-laki dengan peran public yang lebih dominan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran multikulturalisme dalam buku teks Bahasa Inggris, masih mempertahankan ideologi patriarkis dalam masyarakat Indonesia sehingga perlu ada reformasi terhadap pendidikan bahasa Inggris untuk lebih kritis dalam pembelajaran budaya khususnya tentang identitas gender sehingga menjadi sarana transformasi budaya.
References
Ariyanto, S. (2018). A Portrait of Gender Bias in the Prescribed Indonesian ELT Textbook for Junior High School Students. Sexuality and Culture, 22(4), 1054–1076. https://doi.org/10.1007/s12119-018-9512-8
Gill, A. (2006). Patriarchal Violence in the Name of’Honour.’. International Journal of Criminal Justice Sciences, 1(1).
Maharani, A. D. (2021). Representasi Gender dalam Buku Teks Bahasa Inggris Sekolah Dasar: Analisis Konten. Universitas Brawijaya.
Mihira, L. S. N., Suwastini, N. K. A., Artini, N. N., Jayantini, I. G. A. S. R., & Budiarta, I. W. (2021). Gender Inequality Represented in English Textbooks: a Literature Review. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 10(3), 576–596.
Phillips, A. (2009). Multiculturalism without culture. In Multiculturalism without Culture. Princeton University Press.
Shafer, E. F., & Malhotra, N. (2011). The Effect of a Child ’ s Sex on Support for Traditional Gender Roles. 90(September), 209–222.
Song, S. (2005). Majority norms, multiculturalism, and gender equality. American Political Science Review, 99(4), 473–489.
Sunderland, J. (1992). Gender in the EFL classroom. http://eltj.oxfordjournals.org/
Tyarakanita, A., Drajati, N. A., Rochsantiningsih, D., & Nurkamto, J. (2021). The Representation of Gender Stereotypes in Indonesian English Language Textbooks. Sexuality and Culture, 25(3), 1140–1157. https://doi.org/10.1007/s12119-021-09813-0
Volpp, L. (2001). Feminism versus multiculturalism. Colum. L. Rev., 101, 1181.
Weninger, C. (2018). Textbook Analysis. The Encyclopedia of Applied Linguistics, 1–8. https://doi.org/10.1002/9781405198431.wbeal1489