Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Drop Out Pemakaian Alat/Cara Kb di Sulawesi Tenggara

Authors

  • early wulandari Perwakilan BKKBN Prov. Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.31941/pmjk.v11i2.1634

Abstract

Tren penggunaan alat/cara KB modern di Sulawesi Tenggara meningkat dari tahun 2007 (44%) ke tahun 2012 (48%), namun menurun di tahun 2017 (47%). Di sisi lain persentase drop out pemakaian alat/cara KB oleh akseptor KB relatif masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan alasan berhenti memakai alat/cara KB oleh wanita kawin umur 15-49 tahun. Bahan dan metode, Penelitian ini menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel yakni semua wanita usia 15–49 tahun dengan status kawin yang pernah/masih menggunakan kontrasepsi di Sulawesi Tenggara. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan tabel kontingensi (Chi-Square). Hasil/temuan penelitian, lima puluh empat persen wanita kawin menggunakan suatu alat/cara KB dengan 47 persen diantaranya memakai alat/cara KB modern. Pemakaian alat/cara KB modern berhubungan signifikan dengan jumlah anak hidup yang dimiliki. Sebanyak 57 persen wanita kawin berhenti memakai alat/cara itu dalam waktu 12 bulan setelah mulai memakai. Tingkat putus pakai paling tinggi adalah pil (68%) disusul oleh suntik KB (57%). Alasan berhenti memakai alat/cara KB antara lain: adanya efek samping/masalah kesehatan (24%), ingin metode yang lebih efektif (12%), ingin hamil (6%) dan metode gagal (2%). Kesimpulan, Dari hasil uji chi-square, jenis alat/cara KB (pil dan suntik KB) berhubungan signifikan dengan alasan berhenti karena efek samping/masalah kesehatan atau alasan lain karena ingin metode yang lebih efektif, ingin hamil, dan karena metode gagal,. Kata kunci : Drop out, alat/cara KB, chi-square

References

Wibawa, G.N.A dan Muis, E.W. 2019. Laporan SDKI Provinsi Sulawesi Tenggara 2017.

Nurjannah, S.N dan Susanti, E. (2017). Determinan Kejadian Drop Out Penggunaan Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Kuningan. Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Kuningan 6(2):1-8. Retrived from https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/45/32.

Prasetyo, S.E. (2015). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Drop Out Akseptor KB Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Skripsi. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang. Retrived from https://lib.unnes.ac.id/20587/1/6411410046-S.pdf.

Indrawati, L. (2014). Determinan Kejadian Berhenti Pakai (Drop Out) Kontrasepsi Di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 17(1):55–62.

Permatasari, N.E, Wati, D.M, dan Ramani, A. (2013). Determinan Penghentian Penggunaan IUD di Indonesia. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta.

Published

2021-12-31