Implementasi Kompres Hangat pada Pasien Anak DHF (Dengue Haemorhagic Fever) dengan Hipertermi di Ruang Flamboyan RSUD Batang
DOI:
https://doi.org/10.31941/pmjk.v12i2.2585Abstract
Latar belakang : Dengue Haemoragic Fever (DHF) atau yang biasa disebut dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty yang dapat memicu terjadinya demam atau hipertermi (Nuryanti, dkk. 2022). Menurut WHO pada tahun 2019 jumlah kasus Dengu fever dilaporakan sebanyak 5,2 juta kasus. Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia hingga Juli 2019 mencapai 71.633 kasus dan 541 diantaranya meninggal dunia (Kemenkes,2020). Di Jawa Tengah, Pada tahun 2019 Kasus DBD tecatat sebanyak 2.846 kasus (Dinkes Jateng Prov, 2019). Sedangkan di kabupaten Batang kasus DBD awal pada Juni 2022 sebanyak 8 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang. sebanyak (Dinkes Batang, 2022). Tujuan : Mampu menerapkan implementasi kompres hangat pada pasien anak dengan Dengue Haemoragic Fever (DHF) secara komprehensif. Metode : Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode dekriptif dengan pendekatan studi kasus melalui pemberian asuhan keperawatan. Hasil : Setelah dilakukan implementasi kompres hangat pada pasien anak hipertermi dengan DHF selama 3x24 jam masalah hipertermi dapat teratasi. Simpulan : Kompres hangat dapat menrurunkan hipertermi pada anak dengan DHF.
References
Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardhi. 2015. APLIKASI Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC-NOC (Edisi Revisi). MediAction.
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, (2019). Profil Kesehatan Kabupaten Batang tahun 2019. Batang : Pemerintah Kabupaten Batang.
Dinkes Provinsi Jawa Tengah, (2019). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2019. Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Fauziyah, Hikmatul. 2017. Asuhan Keperawatan Pada An. H Dan An. N Dengan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di RSI Ibnu Sina Padang. KTI. Poltekkes Kemenkes Padang
Murwani. 2018. Patofisiologi Dengue Hemorrhagic Fever. Jakarta.
Nuryanti, E., Kistimbar, S., Sutarmi, S., & Aprilia, R. D. (2022). Anak Dengue Haemoragic Fever Dengan Fokus Pengelolaan Hipertermi. Jurnal Studi Keperawatan, 3(1), 18-21.
Rahayu, S. F. (2022). Penerapan K ompres Hangat Untuk Menurunkan Demam Pada Anak Dengan Dengue Haemoragic Fever Di Rumah Sakit Martapura. Journal Nursing Army, 3(1), 47-53.
Rana et al. (2017). The Effect Of Tepid Sponge On Changes Of Body Temperature In Pre School And School Age Children Who Have Fever At RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak City. Вестник Росздравнадзора, 4, 9–15.
Saputra, A., & Nasution, R. F. (2021). Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih. Jurnal Persada Husada Indonesia, 8(30), 45-52.
Syara, A. M., Syatriawati, S., Pitriani, P., & Sitohang, G. E. (2021). Pengaruh Kompres Hangat terhadap Suhu Tubuh Anak dengan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang Lubuk Pakam. Elisabeth Health Jurnal, 6(1), 20-24.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2018. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta Selatan, DPP PPNI.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta Selatan, DPP PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. 2018. Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta Selatan, DPP PPNI.
Wang, Wen-hung et al. 2019. “International Journal of Infectious Diseases A Clinical and Epidemiological Survey of the Largest Dengue Outbreak in Southern Taiwan in 2015.” International Journal of Infectious Diseases 88: 88–99. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2019.09.007.
WHO. 2016. Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever.
WHO. 2019. Dengue Haemorrhagic Fever. Jakarta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





