Implementasi Program Pengelolaan Sampah Guna Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.31941/pmjk.v8i2.372Abstract
Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangatlah penting bagi setiap individu oleh karena itu upaya kesehatan harus dilakukan secara terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Salah satunya dengan melakukan program pengelolaan sampah karena dengan adanya pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan kesehatan masyarakat serta ekonomi masyarakat, seperti tidak membakar sampah dan melakukan 4R.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa program intervensi yang tepat dan dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang telah teridentifikasi dan diprioritaskan dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di desa Jatimulyo, Dusun Nglambangan, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Identifikasi permasalahan yang dilakukan dengan menggunakan FGD (Focus Group Discussion) melibatkan aparat desa, tokoh masyarakat, dan petugas kesehatan desa Jatimulyo. Adapun teknik yang digunakan dalam FGD adalah CARL (Kemampuan, Accesibility, Kesiapan, leverage). Untuk menemukan akar permasalahan, metode analisis yang digunakanadalah metode fishbone (tulang ikan). Akar yang telah diperoleh akan ditindaklanjuti dengan rencana intervensi. Untuk mencari solusi alternatif dilakukan dengan menggunakan metode MEER (Metodologi, efektivitas, efisiensi, relevansi). Penelitian ini menggunakan pendekatan strategis untuk perubahan perilaku yang dengan teori SOR yang terdiri dari tiga elemen Stimulus-Organism-Response. Metode yang digunakan adalah penyebaran dalam kuesioner masyarakat, wawancara dan observasi dengan kepala desa Jatimulyo.
Berdasarkan hasil perhitungan CARL didapatkan prioritas masalah yaitu masalah sanitasi sebagai hal yang harus diperhatikan dengan skor tertinggi 135. Kemudian disepakati masalah utama dari hasil FGD yaitu sanitasi yang difokuskan pada sistem pengelolaan sampah. Untuk mengetahui akar penyebab masalah kesehatan yang ada di Desa Jatimulyo Dusun Nglambangan RT 4, 5, dan 6 maka dilakukan analisis menggunakan diagram fishbone.
References
Bose, Karun Kanti. Application Of Fishbone Analysis For Evaluating Supply Chain And Business Processa Case Study On The St James Hospital. Bangladesh : Khulna University. 2012.
Dignan MB., Carr PA., 1992. Program Planning for Health Education and Promotion. Second Edition.
USA : Lea & Febiger
Fertman, Cl., & Allensworth, DD.2010. Health Promotion Program. San Francisco, US : A Wiley Imprint.
Green. Health Promotion Planning an Aducational and Environmental Approach Second Eddition. London. Mayfieldpublishing company. 1991.
Hosland, et al (1953) dalam Notoatmodjo, Soekidjo a. 1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Menteri Kesehatan RI. Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
Kementerian Kesehatan RI 2009. [online]. Diakses pada tanggal 2 Agustus 2016 dari http://sireka.pom.go.id/requirement/UU-36-2009-Kesehatan.pdf.
Nominal Group Technique (n.d). Advisory Leader Sthrengtening Extension.
Notoatmojo. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta. 2012.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





