HUBUNGAN CUCI TANGAN, TEMPAT SAMPAH, KEPEMILIKAN SPAL, SANITASI MAKANAN DENGAN DEMAM 34 TIFOID
DOI:
https://doi.org/10.31941/pmjk.v6i1.376Abstract
Latar Belakang. Demam Tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Praktik Cuci Tangan, Kondisi Tempat Pembuangan Sampah, Kepemilikan Saluran Pembuangan Air Limbah, dan Sanitasi Makanan dengan Kejadian Demam Tifoid di Kelurahan Mlatibaru Kecamatan Semarang Timur. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol. Instrumen penelitian ini adalah Kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan rumus uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara praktik cuci tangan sebelum makan (p=0,003), praktik cuci tangan setelah buang air besar (p=0,032), kondisi tempat pembuangan sampah (p=0,032), dan pengolahan makanan (p=0,001), dan tidak ada hubungan antara kepemilikan sarana pembuangan air limbah (p=0,752), pemilihan bahan makanan (p=0,639), penyimpanan bahan makanan (p=0,737), penyimpanan makanan masak (p=0,313), dan sanitasi dapur (p=0,584) dengan kejadian Demam Tifoid. Saran yang dapat diambil dari penelitian ini ialah masyarakat diharapkan meningkatkan praktik cuci tangan, kebersihan lingkungan dan sanitasi pengolahan makanan untuk mencegah Demam Tifoid.
Kata Kunci: Cuci Tangan; Tempat Sampah; Sanitasi.
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





