PREDIKTOR KECEMASAN ANAK USIA SEKOLAH YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT KABUPATEN PEKALONGAN
DOI:
https://doi.org/10.31941/pmjk.v6i2.396Abstract
Latar Belakang. Anak usia sekolah yang dirawat di rumah sakit sering mengalami
kecemasan dengan respon gugup, tidak bisa tidur dan stres, ehingga anak sulit diajak berperan dalam menjalani perawatan dan pengobatan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan kecemasan anak usia sekolah yang dirawat di rumah sakit kabupaten Pekalongan. Metode. Pengumpulan data tingkat kecemasan menggunakan kuesioner the short form of CSAS – C (Chinese version of the State Anxiety Scale for Children). Desain yang digunakan adalah cross sectional, dengan sampel 70 responden, analisis data menggunakan regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak yang dirawat di rumah sakit yaitu fisik yang lemas dengan p value 0,001 dan rasa nyeri dengan p value 0,001, sedangkan yang paling berhubungan adalah faktor fisik yang
lemas dengan p value 0,033. Saran bagi perawat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menenangkan anak dan berperilaku caring terhadap anak secara menyeluruh, sehingga anak akan terpenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya.
Key word: Anak Usia Sekolah, CSAS-C, kecemasan
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





