BEBERAPA FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI
DOI:
https://doi.org/10.31941/pmjk.v6i2.397Abstract
Latar Belakang. Pestisida adalah bahan beracun berbahaya yang dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi manusia dan lingkungan. Dampak negatif tersebut akan menimbulkan berbagai masalah baik secara langsung ataupun tidak langsung
terhadap kesehatan. Keracunan pestisida dapat ditemukan dengan jalan memeriksa aktifitas kholinesterase darah. Faktor yang berpengaruh terjadinya keracunan pestisida adalah faktor dari dalam tubuh dan dari luar tubuh. Untuk dapat mencegah keracunan
pestisida organofosfat maka perlu adanya upaya penapisan yang ditujukan untuk menemukan keracunan dengan mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang mempunyai peran nyata terhadap terjadinya keracunan pestisida organofosfat. Metode. Jenis
penelitian merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Jumlah responden 82 sampel, terdiri dari 41 kasus dan 41 kontrol. Sampel diambil secara proportional random sampling dari kasus maupun kontrol. Analisis data secara bivariat
dan multivariat dengan metode regresi logistik, menggunakan program SPSS versi 17.0. Hasil. Faktor-faktor yang terbukti sebagai faktor risiko keracunan organofosfat adalah dosis pestisida (p=0,002; OR adjusted 8,36; 95% CI 2,23-31-33), Lama menyemprot (p=0,002; OR adjusted 5,60; 95% CI 1,87-16,77), Waktu menyemprot (p=0,036; OR adjusted 3,53; 95% CI 1,08-11,54). Simpulan. Faktor-faktor yang terbukti sebagai faktor
risiko keracunan pestisida adalah dosis pestisida, lama menyenprot, waktu menyemprot. Faktor-faktor yang terbukti tidak sebagai faktor risiko adalah pengetahuan, frekuensi menyemprot, masa kerja, alat pelindung diri, arah angin.
Kata kunci : Petani, Keracunan Pestisida, Faktor risiko
References
Diana.2011.http://respositori.usu.ac.id/b
istream. (accessed Desember 14,
.
Djojosumarto, P. Pestisida dan
aplikasinya. Jakarta:
PT.Agromedia pustaka, 2008.
Djojosumarto, Panut. Teknik aplikasi
Pestisida Pertanian. Yogyakarta:
Kaniius, 2008.
E.F, Schulze L.D.Ogg C.L.Vitzthum.
Signs and Symptoms of Pesticide
Poisoning. 4 2007.
http://ianpubs.unl.edu/pesticide/cc2
htm. (accessed Juli 12, 2016).
Kariani.N. hubungan antara lama
paparan pengetahuan dan perilaku
dengan aktivitas cholinesterase
darah petani. Airlangga university,
Priyanto. Toksikologi, mekanismem
Terapi antidotum dan penilaian
Rosiko. Cipayung Sukabumi Depok
Jawa Barat: Leskonfi, 2009.
Sudarmo, S. Pestisida. Yogyakarta:
Kanisius, 2007.
Sunu P, SP W. Buku Ajar Dasar
Hortikultura. Surakarta:
http://www.pertanian.uns.ac.id/agr
onomi/dashor, 2006.
Viloso.1.2009.
http://www.biodenti.files.wordpres
s.com/pestiside. (accessed Januari
, 2016).
Visioner, A. Mekanisme fisiologi
keracunan. 2009.
http://www.nungma.blogspot.com
(accessed Februari 5, 2016).
Wudianto, R. Petunjuk Penggunaan
Pestisida Swadaya . Jakarta:
Anggota Ikapi. XVII ed. Penerbit ,
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the PENA MEDIKA : JURNAL KESEHATAN right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





