Aktifitas Antibakteri Ekstrak Bunga Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia Milii) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus

Authors

  • Diki Pirmansyah
  • Nor Istiqomah
  • M. Choeroel Anwar

DOI:

https://doi.org/10.31941/pmjk.v7i01.534

Abstract

Aktifitas Antibakteri Ekstrk Bunga Kaktus Pakis Giwang (Euphorbia milii) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Semakin tingginya permasalahan kesehatan yang disebabkan oleh mikrooganisme sekarang ini sangat sering terjadi, penyebabnya sendiri apakah sistem imun tubuh kita yang semakin menurun karena faktor eksternal, atau mikroorganisme yang sudah mulai resiten dengan berbagai macam obat dan antibiotik komersil dikarenakan mutanisasi dari mikroorganisme tersebut, sehingga meningkatnya faktor resistensi bakteri terhdap antibiotik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Quasi dengan desain faktorial, untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak bunga pakis giwang (Euphorbia milii) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, dengan konsentrasi bertingkat yaitu 20%, 40%, 60%, 80%,  dan 100% untuk uji daya hambat menggunakan lubang sumuran terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi media nutrient agar plate. Dengan uji statistik deskriptif terbukti ada perluasan diameter zona hambat dari konsentrasi eksrak 20% hingga 100%, dapat dibuktikan dengan means diameter masing-masing konsentrasi dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi antara lain 13,75 mm, 15 mm, 16,88 mm, 18,25 mm, dan 26,25 mm. Uji ANOVA menjelaskan adanya perbedaan dari perbandingan konsentrasi, hasil perbedaan menunjukan signifikansi yang bermakna dengan tingkat kepercayaan 95% dan α 0,05 karena nilai sig. ANOVA 0.000 < 0.05, dipertegas dengan pembuktian F(hitung) lebih besar dari F(tabel) (33,306 > 3,055). Maka Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada zona hambat dari masing-masing perbandingan konsentrasi ekstrak bunga pakis giwang (Euphorbia milii) pada percobaan secara in vitro.

Kata kunci      : Euphorbia milii, Konsentrasi ekstrak, Staphylococcus aureus

References

A. Morse Stephen, Geo F.Brooks. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 1.Jakarta : Salemba Medika.

Dalimartha,S. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta : Trubus Agriwidia.

Pratiwi, S.T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta :Erlangga.

Harbone, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Bandung: ITB.

Irianto Koes. 2006. Mikrobiologi Menguak Dunia Mikroorganisme jilid 2. Bandung : Yrama Widya.

Jawetz, Melnick, Adelberg’s. 2007. Microbiologi Kedokteran. Edisi 23. Jakarta : EGC.

Ganiswara, S.G. dkk. 1995. Farmakologi dan Terapi, Edisi IV. Jakarta: Gaya Baru.

Michael J. Pelczar, Jr. 1988. Dasar-DasarMikrobiologi 2.Jakarta : UI Press.

Santoso singgih. 2014. Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Edisi Revisi. Jakarta : Gramedia.

Pratiwi, S.T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta :Erlangga.

Santjaka Aris. 2011. Statistik untuk Penelitian Kesehatan 1. Cetakan 1. Yogyakarta : Nuha Medika.

Santjaka Aris. 2011. Statistik untuk Penelitian Kesehatan 2. Cetakan1. Yogyakarta : Nuha Medika.

Downloads