Fungsi Tomat Sebagai Anti Aterosklerosis Dalam Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Authors

  • Dea Selvia Fakultas kedokteran universitas lampung
  • Anthia Vradinatika Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31941/pmjk.v10i1.939

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit kardiovaskuler yang memiliki angka morbiditas dan mortalitas tertinggi pada kelompok penyakit tidak menular di dunia. Berdasarkan survei Sample Registration System, angka kematian akibat penyakit jantung koroner  sebesar 12,9% dari seluruh kematian. Salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung koroner adalah aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan kondisi dimana terjadi proses pembentukkan plak di dalam lumen pembuluh darah arteri. Aterosklerosis dapat terjadi karena peningkatan kadar kolesterol yang tidak normal sehingga menimbulkan akumulasi patologik dalam dinding pembuluh darah dan memicu terbentuknya sumbatan berupa plak. Plak tersebut dapat mempersempit lumen arteri dan mengurangi aliran darah ke otot jantung lalu terjadilah sehingga menyebabkan timbulnya penyakit jantung koroner. Obat-obatan penurun kolesterol sering digunakan dalam terapi aterosklerosis. Tomat (Solanum lycopersicum)merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak mengandung senyawa yang berguna bagi tubuh seperti alkaloid solanin, saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid termasuk likopen, dan ß-karoten, protein, lemak, vitamin, mineral, dan histamin. Salah satu kandungan senyawa terbanyak yang ditemukan di tomat adalah likopen. Likopen pada tomat berfungsi untuk menangkal radikal bebas, sebagai anti platelet, dan menghambat aterosklerosis sehingga bermanfaat dalam pencegahan penyakit jantung koroner.

Kata kunci :  Aterosklerosis, PJK, Tomat

Author Biographies

Dea Selvia, Fakultas kedokteran universitas lampung

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Anthia Vradinatika, Universitas Lampung

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

References

Diastutik D. 2017. Proporsi Karakteristik Penyakit Jantung Koroner Pada Perokok Aktif Berdasarkan Karakteristik Merokok. Jurnal Berkala Epidemiologi. 4(3): 326-37.

Ghani L, Susilawati MD, Novriani H. 2016). Faktor risiko dominan penyakit jantung koroner di indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. 44(3): 153-69.

Huma H, Lisiswanti R. 2015.Pengaruh Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap Stroke. Majority. 4(9): 88-92

Husna LA, Djoko L, Handajani F, Martini T. 2019.Pengaruh pemberian jus tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap kadar kolesterol LDL Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar yang diindukdi Aloksan. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma. 8(1): 14-25.

Makalew MAJ, Nangoy E, Wowor PM. 2016. Uji efek antibakteri air perasan daging buah nanas (ananas comosus l. merr) terhadap bakteri klebsiella pneumoniae. Jurnal e-Biomedik (eBm).4(1).

Maulida M, Diana Mayasari D, Rahmayani F. 2018. Pengaruh Rasio Kolesterol Total terhadap Hight Density Lipoprotein (HDL) pada Kejadian Stroke Iskemik. Majority. 7(2), 214-218.

Nur DM, Chandra A. 2014. Pengaruh pemberian jus tomat berkulit dan tanpa kulit (Lycopersicum commune) terhadap penurunan kadar kolesterol LDL pada lanjut usia hiperkolesterolemia. Journal of Nutrition College. 3(1): 266-270.

Orviyanti G. 2012. Perbedaan pengaruh yoghurt susu, jus kacang merah dan yoghurt kacang merah terhadap kadar kolesterol ldl dan kolesterol hdl serum pada tikus dislipidemia. Jurnal Media Medika Muda. 1(1).

Prara, M.R. 2017. Kejadian Kardiovaskular Mayor Selama Rawatan Pada Infark Miokard Akut Dengan Elevasi Segmen St (Ima-Est) Di Rsup Dr. M. Djamil Padang. Universitas Andalas

Ramadhian MR, Rahmatia N. 2017. Potensi Cabai sebagai Anti Aterosklerosis. Majority. 6(2): 55-59.

Sanggih PRA, Wahyudo R, Ginarana A. 2019. Efek Buah Nanas (Ananas comosus L. merr) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). JK Unila. 3(1): 205-209.

Sari DM, Azrimaidaliza A, Prnakarya I. 2010. Faktor resiko kolesterol total pasien penyakit jantung koroner di rumah sakit achmad mochtar bukittinggi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 4(2): 77-81.

Tomkin GH, Owens D. 2012. LDL as a cause of atherosclerosis. The Open Atherosclerosis & Thrombosis Journal. 5(1): 13–21.

Waani OT, Thio M, Kaligis SHM. 2016. Gambaran kadar kolesterol total darah pada pekerja kantor. Jurnal e-Biomedik (eBm). 4(2): 1-6.

World Health Organization. 2014. Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2014. [pdf] Geneva:WHO Press.

Published

2020-06-01