ANALISIS PROSES BERPIKIR INDUKTIF SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
DOI:
https://doi.org/10.31941/delta.v10i1.1587Keywords:
Inductive Thinking, Mathematics Learning, Mathematical AbilityAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi karena tingkat berpikir induktif siswa masih tergolong rendah, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir induktif siswa SMA dalam pembelajaran matematika pada materi induksi matematika. Penelitian kualitatif deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan peneliti. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui instrument tes dan wawancara. Indikator proses berpikir induktif siswa yang peneliti gunakan yaitu (1) menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi matematika, (2) analogi, dan (3) generalisasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil tes induksi matematika yang melibatkan 24 siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 11 Maros yang dikelompokkan berdasarkan kemampuannya yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kemudian dipilih 3 siswa yang mewakili setiap kelompok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu menggunakan pola hubungan untuk menganalisis situasi matematika dan mampu membuat analogi, namun belum mampu membuat generalisasi. Begitu pula dengan siswa yang memiliki kemampuan sedang, sedangkan siswa yang berkemampuan rendah hanya mampu membuat analogi saja.
References
Adji, N., & Rostika. (2006). Konsep Dasar Matematika. Bandung: UPI Press.
Agustin, R. D. (2016). Kemampuan Penalaran Matematika Mahasiswa Melalui Pendekatan Problem Solving. Jurnal Pedagogia, 5(2), 179–188.
Bara, B. G., & Bucciarelli, M. (2000). Deduction and induction: Reasoning through mental models. Mind & Society, 1(1), 95–107. https://doi.org/10.1007/BF02512231
Battista, M. T. (2017). Reasoning and Sense Making in The Mathematics Classroom Grades 6-8. NCTM.
Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)). Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Menengah.
Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.
Evidiasari, S., Subanji, & Irawati, S. (2019). Penalaran Induktif Siswa SMA Dalam Menyelesaikan Masalah Transformasi Geometri. JKPM: Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika, 3(2), 78–85.
Fatmahayati, W. (2019). Proses Berpikir Siswa SMA dalam Menyusun Bukti Matematis. GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 63–73. https://doi.org/10.30656/gauss.v2i2.1790
Kusumawardani, D. R., Wardono, & Kartono. (2018). Pentingnya Penalaran Matematika Dalam Meningkatkan Kedapatan Literasi Matematika. PRISMA: Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 588–595.
Masfingatin, T. (2014). Proses Berpikir Siswa Sekolah Menengah Pertama Dalam Menyelesaikan Masalah Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Teori Van Hiele. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 3(1), 1–8. https://doi.org/10.25273/jipm.v3i1.496
Maya, R., & Sumarmo, U. (2011). Mathematical Understanding and Proving Abilities: Experiment With Undergraduate Student By Using Modified Moore Learning Approach. Journal on Mathematics Education, 2(2), 231–250. https://doi.org/10.22342/jme.2.2.751.231-250
Nashrullah, F. R., Asikin, M., Waluya, B., & Zaenur. (2021). Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Pada Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). Jurnal IntΣgral, 12(1), 1–18.
Priatna, N. (2003). Kemampuan Penalaran dan Pemahaman Matematik Siswa Kelas III SLTP di Kota Bandung [Disertasi Tidak Diterbitkan]. UPI Bandung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

















