Perbandingan Metode Sarima dan Dekomposisi untuk Peramalan Jumlah Produksi Padi Di Kabupaten Buleleng

Authors

  • Ruthesia Grace Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • I Made Candiasa Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia
  • I Gusti Nyoman Yudi Hartawan Universitas Pendidikan Ganesha, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31941/delta.v14i1.6847

Abstract

Produksi padi merupakan sektor strategis bagi ketahanan pangan dan perekonomian di Kabupaten Buleleng. Data produksi padi di wilayah ini memiliki pola musiman yang jelas, dengan fluktuasi produksi yang berulang setiap tahun. Oleh karena itu, peramalan jumlah produksi padi yang akurat dan mampu menangani pola musiman sangat dibutuhkan untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan yang tepat dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya pertanian. Penelitian ini membandingkan dua metode peramalan, yaitu metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) dan metode dekomposisi, menggunakan data produksi padi bulanan dari Januari 2018 hingga Desember 2024. Model SARIMA terbaik yang diperoleh adalah ARIMA (4,0,4)(0,1,0)^12, sedangkan model dekomposisi terbaik menggunakan pendekatan dekomposisi aditif. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa metode SARIMA dengan model ARIMA (4,0,4)(0,1,0)^12 memiliki nilai error MAE dan MAPE yang lebih rendah dan kestabilan prediksi yang lebih baik dibandingkan metode dekomposisi. Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan metode SARIMA dalam peramalan data produksi padi di Kabupaten Buleleng.

Downloads

Published

2026-06-11