Peningkatan Produktivitas Budidaya Ikan Denisonii Puntius denisonii Dengan Induksi Hormon LHRH-a
DOI:
https://doi.org/10.31941/penaakuatika.v24i1.4490Abstract
Komoditas ikan hias air tawar merupakan komoditas perdagangan yang potensial di Indonesia maupun untuk pasar ekspor, sehingga diperlukan strategi pengembangan budidayanya baik yang menyangkut aspek teknis maupun pemasaran. Ikan denisonii Puntius denisonii adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang cukup banyak diminati oleh para hobiis dengan pangsa pasar ekspor meliputi Singapura, Cina, Hongkong, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, Timur Tengah, Australia, Afrika, USA dan Eropa. Ikan ini banyak dikembangbiakkan di negara-negara yang memiliki iklim tropis termasuk Indonesia. Studi bertujuan untuk mempelajari teknik budidaya ikan denisonii agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi para pelaku usaha budidaya ikan hias untuk dapat mengelola usaha budidaya secara ekonomis dan berkelanjutan. Dalam studi ini, pembenihan ikan denisonii dilakukan secara komprehensif dan optimal. Ikan diinduksi dengan menggunakan hormon LHRH-a komersial dan pemeliharaan ikan dilakukan dengan padat tebar yang tinggi dalam upaya meningkatkan produksi budidaya. Hasil studi menunjukkan bahwa performa ikan denisonii yang diinduksi hormon LHRH-a menghasilkan perfomansi optimal dimana jumlah fekunditas rata-rata per ekor induk sebanyak 500-800 butir telur dengan persentase fecundity rate 80% dan hatching rate rata-rata sebesar 78% dan survival rate rata-rata sebanyak 85%.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
1. Copyright of the article is transferred to the journal, by the knowledge of the author, whilst the moral right of the publication belongs to the author.
2. The legal formal aspect of journal publication accessibility refers to Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share alike (CC BY-NC-SA), (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
3. The articles published in the journal are open access and can be used for non-commercial purposes. Other than the aims mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violation


















