PENGARUH PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN LARUTAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP KESEGARAN MUTU IKAN SWANGI (Priacanthus tayenus) PADA PENYIMPANAN SUHU DINGIN 4 C
DOI:
https://doi.org/10.31941/penaakuatika.v17i1.613Abstrak
Salah satu masalah yang muncul pada sektor perikanan adalah menjaga kualitas produk ikan segar. Cold storage digunakan untuk memperlambat proses pembusukan ikan segar dengan menghambat aktivitas enzime dan bakteri, namun beberapa bakteri pembusuk tetap dapat bertahan dalam cold storage. Saat ini, cold storage membutuhkan kombinasi dari berbagai macam teknik pengawetan. Salah satunya adalah penggunaan agen anti bakeri. Diketahui buah blimbing wuluh mengandung zat aktif anti bakteri seperti flavonoids, phenols dan saponins yang dapat digunakan sebagai bahan alami alternatif untuk mengawetkan ikan segar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari perbedaann lama waktu perendaman ikan segar dengan larutan buah blimbing wuluh terhadap kesegaran mutu ikan swangi pada suhu penyimpanan 4° C. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu sebuah metode penelitian untuk melihat hasil berdasarkan penemuan fakta dan penyebabnya. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, dimana data di analisa menggunakan Analisa Varian (ANOVA) dengan F test, yang membandingkan nilai F hitung dengan F table. Hasil perhitungan menunjukan F hitung (39,81) > F table, 1 % (18,00). Terdapat perbedaan signifikan yang tinggi , dimana H0 di tolak dan H1 diterima. Dalam test BNT (uji beda nyata terkecil) dengan tingkat 1 % menunjukan bahwa perlakukan yang paling optimal adalah perlakuan C dengan lama perendaman 30 menit.
Kata kunci: Belimbing wuluh, ikan swangi, ikan segar berkualitas.
Referensi
Adawiyah, R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Bumi Aksara. Jakarta. Afrianto dan Liviawaty, 2005. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kanisius. Yogyakarta.
Arisandi, Yohana. 2008. Khasiat Tanaman Obat. Jakarta: Pustaka Buku Murah.
Badan Standarisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia pengujian nilaiorganoleptik Ikan Segar. SNI No.012729.1-2006.Jakarta.
DKP Tuban, 2015. (Departemen Kelautan dan Perikanan). Laporan hasil ProduksiPerikanan Tangkap. 2015. KabupatenTuban
DKP, 2005. (Departemen Kelautan dan Perikanan). Laporan Analisa Komposisi Kimia Ikan. Jakarta.
Dwiari SR, Asadayanti, Nurhayati, M Sofyaningsih, Yudhanti, Yoga, 2008.Teknologi Pangan Jilid 1 untuk SMK.Jakarta
Faharani, B.G.R. 2009. Skripsi Uji AktivitasAntibakteri Daun Belimbing Wuluh(Averrhoa bilimbi L) terhadap BakteriStaphylococcus aureus dan Escherichiacoli secara Bioautografi. Tidakditerbitkan.: Jurusan Farmasi FMIPAUII. Yogyakarta.
PENA Akuatika Volume 17 No. 1 – Maret 2018
FAO. 1995. Quality and Quality Changes in Fresh Fish. Hush HH.
Fishbase, 2011. Priyacantus macracantus. http://www.fishbase.
Hayati EK, Jannah A dan Fasya AG. 2009. Aktivitas Antibakteri Komponen TaninEkstrak Daun Blimbing Wuluh(Averrhoa Billimbi L) SebagaiPengawet Alami. Laporan Penelitian Kuantitatif Depag 2009. Jakarta: Depag
Hembing, Wijaya. 2006. Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Darah Tinggi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Junianto. 2003. Teknik penanganan ikan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Koswara, 2009. Pengawet Alami Untuk Produk dan Bahan Pangan. http://www.ebookpangan,co m
Lathifah, Qurrotu. 2008. Uji Efektifitas Ekstrak Kasar Senyawa Antibakteri Pada Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L)Dengan Vareasi Pelarut. Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang, Malang.
Murniyati dan Sunarman. 2000. Pendinginan, Pebekuan dan Pengawetan Ikan. Kanisius: Yogyakarta.
Munandar. 2009. Kemunduran Mutu IKan Nila Pada Penyimpanan Suhu Rendah. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Pres. Serang.
Nelson JS. 1984. Fishes of the World, 2nd Edition. John Wiley & Sons. Canada.
Pelczar, Michael J. ECS. Chan. 2009. Dasar-dasar Mikrobiologi. UI Pres. Jakarta.
Purwaningsih, Eko. 2007. Multiguna Belimbing Wuluh. Ganeca. Bandung.
Saanin H, 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cipta, Bandung.
Subhadrabandhu,S. 2001, UnderUtilized Tropical Fruits Of Thailand,docrep/fao/004/ab7 77e/pdf (diakses 1November 2015).
Suharti S.R. 2009. Ekologi Ikan Karang. Trubus Agrisarana. Surabaya.
Suryawan AG. 2004. Karakteristik Perubahan Mutu Ikan Selama Penanganan.Departemen Teknologi HasilPerikanan. Fakultas Perikanan dan IlmuKelautan, Institut Pertanian Bogor.
Tjitrosoepomo, gembong. 2005. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : UGM Press.
PENA Akuatika Volume 17 No. 1 – Maret 2018
Umar, 2008. Rancangan Percobaan, Universitas Airlangga. Surabaya.
Wijayakusuma, H.2006. Ramuan Tradisional Utuk pengobatan darah tinggi. Jakarta:Penebar Swadaya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Copyright of the article is transferred to the journal, by the knowledge of the author, whilst the moral right of the publication belongs to the author.
2. The legal formal aspect of journal publication accessibility refers to Creative Commons Atribusi-Non Commercial-Share alike (CC BY-NC-SA), (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/)
3. The articles published in the journal are open access and can be used for non-commercial purposes. Other than the aims mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violation


















